Pada umumnya airyang digunakan untuk pembuatan beton adalah air dengan pH7,begitupun dengan standar pengujian di Lab,namun dalam kenyataannya kadang kala pekerjaan pembuatanbeton dilapangan tidak memperhatikan pH air yang digunakan,seperti pemakaianair rawa atau air sumur yang dibuat disekitar lokasi proyek. Pemakaian struktur beton yang kontak langsung dengan senyawa asam sulfat akan mempengaruhi kualitas kuat tekan beton karena asam sulfat dapat membuat beton menjadikorosi. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan meneliti mengenai seberapa besar kerusakan beton jika pada proses pencampuran dan pemeliharaan menggunakan air asam dengan kadar pH<7 serta pengaruh terhadap kuat tekan beton dengan lamanya curing 3, 7, 14,dan28hari. Kuat tekan beton tertinggi pada umur rencana 28 hari sebesar 240,196 Kg/cm² atau 19,237 MPa dengan menggunakan air asam adalah campuran dengan semen Merk Conch di ikuti dengan semen Gresik sebesar 18.167 MPa, semen Merk Tiga Roda sebesar 16.837 MPa dan semen Merk Holcim sebesar 16.837 MPa. Jenis semen Merk Conch adalah PCC atau portland composite cement. Semen Portland Composite, Adalah bahan pengikat hidrolisis hasil penggilingan bersama-sama terak semen portland dan gyps dengan satu atau lebih bahan anorganik atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain Terak Tanur Tinggi (blast Furnace Slag), pozzolan, senyawa silicat, batu kapur dengan kadar total bahan anorganik 6% – 35 % dari massa semen portland komposite. Sifat-sifat yang dimiliki Semen PCC adalah mempunyai panas hindrasi rendah sampai sedang, tahan terhadap serangan sulfat dan kekuatan tekan awal kurang, namun kekuatan akhir lebih tinggi ditinjau dari sifat yang dimiliki oleh Semen PCC maka semen tersebut dapat digunakan sebagai alternatif atau pengganti semen portland tip II,IV atau V.
Copyrights © 2023