Pendahuluan:. Pemenuhan kebutuhan spiritual belum dilakukan secara maksimal oleh perawat. Perawat masih menganggap bahwa pemenuhan kebutuhan spiritual bukan tugasnya melainkan tugas dari keluarga dan tim rohaniawan serta lebih mengutamakan kebutuhan fisiologis dibandingkan dengan kebutuhan spiritual. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual dengan perilaku perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional, menggunakan uji spearman rank untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan diantara kedua variabel. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling di dapatkan 94 responden. Instrumen yang digunakan variabel independen kuesioner pengetahuan pemenuhan kebutuhan spiritual, variabel dependen kuesioner NSCTS (Nurse Spiritual Care Theurapeutic Scale). Hasil: Pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual sebagian besar baik sebanyak 84 perawat (89,4%) dan sebagian besar memiliki perilaku dalam pemenuhan kebutuhan spiritual sedang sebanyak 65 perawat (69,1%). Ada hubungan pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual dengan perilaku perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. Simpulan: perawat diharapkan dapat memberikan pelayanan berupa rujukan kerohaniawan agar pemenuhan kebutuhan spiritual pasien tetap terpenuhi dengan baik. Evaluasi pemenuhan kebutuhan spiritual juga perlu dilakukan secara kontinyu untuk perbaikan pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2023