Pendidikan seks sangat penting untuk diberikan pada remaja tunagrahita yang rentan mengalami pelecehan seksual dan perilaku seksual yang menyimpang. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada pagi hari di ruang kelas yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pendidikan seks pada lima siswa remaja tunagrahita. Edukasi bertujuan agar siswa mengetahui perbedaan laki-laki dan perempuan, bagian tubuh yang tidak boleh dipegang orang lain, dan tindakan dalam menjaga diri sendiri. Metode pelaksanaan kegiatan berupa ceramah yaitu penyuluhan tentang pendidikan seks dan pemberian permainan edukasi seks dengan media kertas gambar. Hasil dari lima siswa tunagrahita yang mengikuti pengabdian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan tentang pendidikan seks pada remaja tunagrahita sebelum dan sesudah pemberian edukasi.
Copyrights © 2023