Religious moderation has become a highly relevant issue in recent years. It has not only become a topic of discussion in the political sphere but also a profound subject of academic and educational discourse. The article aims to explain the principles of religious moderation in the digital book of Madrasah Tsanawiyah for the Fiqh Class VIII curriculum of 2013. The research employed a non-interactive qualitative approach, using library research. Data were collected through document analysis, with content analysis as the data analysis technique. The study reveals significant principles of religious moderation within the fiqh class VIII student book. These principles of moderation encompass al-ishlah (wisdom), muwathanah (love of country/patriotism), i'tidal (proportionality), tasamuh (tolerance), qudwah (exemplary), and tahadhur (civility). This finding is a noteworthy contribution to understanding how religious education in Indonesia likewise promotes religious restraint as a core principle. It emphasises the importance of educating students about the significance of practising restraint in their religious practices. Abstrak: Moderasi beragama telah menjadi isu yang sangat relevan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tidak hanya menjadi perbincangan di dunia politik, tetapi juga menjadi topik yang mendalam dalam diskusi akademik dan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai moderasi beragama yang terdapat dalam Buku Digital Madrasah Tsanawiyah Mata Pelajaran Fiqih kelas VIII Kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif non-interaktif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai moderasi beragama yang signifikan dalam buku siswa mata pelajaran fiqih kelas VIII. Nilai-nilai moderasi ini mencakup al-ishlah (kebijaksanaan), muwathanah (cinta tanah air), iātidal (proporsional), tasamuh (toleransi), qudwah (keteladanan), dan tahadhur (keadaban). Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana pendidikan agama di Indonesia juga mendorong moderasi beragama sebagai nilai yang fundamental. Hal ini mencerminkan pentingnya mengajarkan siswa untuk memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip moderasi dalam kehidupan beragama mereka.
Copyrights © 2023