Kebugaran jasmani resimen mahasiswa ini haruslah diperhatikan, karena jika dibiarkan maka akan berdampak pada kinerja anggota resimen mahasiswa dalam pengerjaan tugasnya atau kurang maksimalnya pengerjaan tugas dari seorang anggota. Permasalahan ini didasari dengan (1) Tingkat kebugaran jasmani Resimen Mahasiswa dalam kategori yang cukup, (2) Perlunya peningkatan kebugaran jasmani melalui suatu aktivitas yang sesuai dengan karakteristik Resimen Mahasiswa Batalyon VIII/Tarumanagara, (3) Terbatasnya penelitian pada Resimen Mahasiswa mengenai peningkatan kebugaran jasmani. Penelitian ini masuk dalam jenis pre-eksperimen dengan menggunakan one group pretest posttest design. Sebanyak 25 orang menjalani prosedur penelitian dengan pengukuran kebugaran menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Philippines 2019. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil uji t diketahui rata-rata pre-test 28,84 setelah diberikan treatment aktivitas fisik sebanyak 16 pertemuan, nilai post-test 39,08 sehingga diketahui peningkatannya sebesar 10,24. Selanjutnya berdasarkan uji t-Test diperoleh nilai t-hitung 23,43, nilai t-tabel dengan df 24 pada taraf signifikan 5% adalah 1,71. Oleh karena itu t-hitung > t-tabel (23,43 > 1,71) dan nilai signifikansinya lebih kecil daripada 0,05 (0,00 < 0,05) sehingga dapat dinyatakan terdapat peningkatan secara signifikan terhadap skor hasil kebugaran jasmani dengan diberikan aktivitas fisik selama 16 pertemuan.
Copyrights © 2022