Fokus: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang
Vol 20 No 1 (2022): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas K

PUDARNYA PENGARUH DAN EKSISTENSI KEPEMIMPINAN ADAT RUMAH BETANG (PUN RUMAH) DI ERA GLOBALISASI (Studi Kasus di Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang)

Pether Sobian (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Apr 2022

Abstract

Kepemimpinan Adat di Betang Panjang, dalam bahasa Sub Suku Dayak Desa dikenaldengan nama ‘Pun Rumah’ adalah sosok pemimpin yang bijak, dihormati, adil, melindungi dan memahamiaturan adat dan dampak buruk perilaku masyarakat betang yang bersifat destruktif terhadap peroranganatau secara komunal. Kepemimpinan adat dipilih secara secara musyawarah oleh masyarakat rumahbetang dan kandidat pemimpin (pun rumah) tidak mencalonkan diri, tetapi oleh masyarakat yangbersangkutan dinilai mampun dan berkualifikasi sehingga ditunjuk atau langsung dipilih untuk mendudukijabatan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan fakta tentang pudarnya pengaruhkepemimpinan adat di rumah betang (pun rumah) karena berbagai faktor, baik faktor internal di rumahbetang dan faktor eksternal. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metodedeskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara empat cara yaitu: Wawancara semi terstrukturdengan tiga informan kunci dan tiga informan lainnya Focus Group Discussion (FGD), Observasi nonpartisipan dan studi terhadap beberapa dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalahteori sosial Pragmatism dan Interaksionisme Simbolik dari Jack Barbalet dalam buku: Teori Sosial.Hasil dari penelitian ini adalah: Pemimpin adat di rumah betang (pun rumah) pengaruhnya memudarseiring berjalannya waktu secara internal disebabkan dinamika sosial, persaingan, pereselisihan dansecara ekseternal karena faktor ekonomi, teknologi, pembangunan, transmigrasi dan perubahan zaman.Kesimpulannya adalah penelitian ini adalah potret dari sebuah fakta kepemimpinan adat di rumah betang,dimana pengaruh dna eksistensinya mulai memudar seiring dengan ditinggalkannya rumah betang olehmasyarakat sub suku Dayak Desa dengan memilih untuk tinggal diluar rumah betang. Pengaruh danruang lingkup kepemimpinan adat rumah betang hanya berlaku bagi siapapun yang tinggal dan berkunjungke rumah betang. Seiring ditinggalkannya rumah betang, menghilang pula pengaruh dan ruang lingkupbahkan eksistensi pemimpin adat rumah betang (Pun Rumah).

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

fisip

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

FOKUS, Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, kali ini memulai tampil dalam kemasan baru. Tampilan dan gaya baru bukanlah berarti menafikkan eksistensi dan substansi keilmuan, terutama ranah kajian administrasi publik. Terbitan ke 17 nomor 1, Maret 2019, tentunya banyak harapan dan tantangan yang masih ...