Tranformasi digital di Indonesia mereformasi layanan publik berbasis elektronik di seluruh level pemerintahan, termasuk di pemerintah desa. Kementerian terkait dan pemerintah daerah memiliki serangkaian program untuk membangun desa digital atau sebutan lainnya. Penelitian ini mengkaji penyelenggaraan digitalisasi desa dari perspektif governmentality dengan studi kasus Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai kalurahan terbaik di Kabupaten Sleman, penyelenggaraan layanan digitalisasi desa di Kalurahan Sambirejo belum terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari warga Sambirejo disebabkan adanya permasalahan terkait keterbatasan sinyal internet, kapasitas masyarakat akan kepemilikan smartphone yang sesuai dengan aplikasi, dan keterbatasan kapasitas masyarakat lansia penggunaan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif dengan metode kajian studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria informan adalah aktor utama dalam penyelenggaraan digitalisasi desa di Kalurahan Sambirejo. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data tersebut diproses melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan dengan teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu triangulasi. Kesimpulan hasil analisis berdasarkan empat dimensi menurut Mitchell Dean yaitu digitalisasi desa di Kalurahan Sambirejo diselenggarakan dengan: (1) visibilitas pemerintah yang jelas, (2) aspek teknis yang cukup memadai, (3) landasan rasional telah sesuai kondisi ideal/tujuan sebuah program pemerintah namun secara realita masih “menuju” tujuan tersebut, dan (4) pembentukan identitas yang memerlukan penguatan edukasi dan literasi digital. Hasil kajian penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi sebagai bagian dari upaya perbaikan penyelenggaraan digitalisasi desa di Indonesia.
Copyrights © 2023