Latar Belakang: National Health Commission of China menyatakan bahwa Computed Tomography (CT) memiliki peranan penting dalam hal menegakkan diagnosis dan pemantauan prognosis pada pasien COVID-19 karena memiliki sensitivitas diagnostik tinggi sebesar 97,2% dan menjadi pelengkap dari pengujian RT-PCR. Gambaran CT thorax pada pasien dengan lesi paru-paru suspek COVID-19 terlihat nodul konsolidasi dan Ground Glass Opacities (GGO) di sebagian area. Sebaran nodul GGO pada COVID-19 diklasifikasikan dengan istilah CO-RADS. Karakteristik nodul lesi dapat dianalisis kepadatan jaringan dengan nilai Hounsfield Unit (HU).Tujuan: Mengetahui nilai Houndsfield Unit (HU) CT pada lesi paru-paru pasien suspek COVID-19 berdasarkan kategori CO-RADS.Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross‑sectional berdasarkan data sekunder hasil rekonstruksi gambar pemeriksaan CT thorax dengan klinis suspek pneumonia COVID-19 tahun 2021 dan jumlah sampel 40 kasus.Hasil: Hasil rata-rata nilai HU pada kategori CO-RADS 4, 5, dan 6, berturut-turut, -203,00 HU, -168,97 HU), dan -133,57 HU). Berdasarkan uji statistik, nilai p < 0,05 yang artinya bahwa rata-rata nilai HU ketiga kategori CO-RADS berbeda secara signifikan. Kesimpulan: Ada beda tingkatan klasifikasi CO-RADS 4-6, yaitu bahwa semakin tinggi tingkatan kategori CO-RADS, semakin tinggi pula nilai HU CT pada lesi paru-paru.
Copyrights © 2023