Pada masyarakat Karo mengenal sistem penanggalan yang melekat pada kehidupan sehingga menjadi tradisi bagi penduduk di Dataran Tinggi Karo. Sistem penanggalan tersebut didasarkan terhadap perhitungan penentuan sistem hari yang dikelompok berdasarkan penilaian hari baik maupun buruk yang kemudian dimanfaatkan dalam melakukan sesuatu hal yang telah direncakan. Sistem nama hari dalam Bahasa Karo berbeda-beda, dan dalam Bahasa Karo sistem penanggalan ini disebut dengan nama penitik wari. Penggunaan penanggalan ini mengikuti perkembangan zaman dan keperluan pada masyarakat. Tetapi sekarang ini sangat sulit sekali menemukan Masyarakat Karo masih menggunakan sistem penitik wari dalam kehidupannya, khususnya pada Masyarakat Desa Sukambayak yang menjadi objek penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas heuristik, verifikasi yang berupa kritik ekstern maupun intern untuk menemukan fakta-fakta sejarah yang kemudian di interpretasikan, lalu disusun ke dalam historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan zaman dan pengaruh agama yang menyebabkan memudarnya tradisi Penitik Wari pada Masyarakat Desa Sukambayak
Copyrights © 2023