Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan, pengalaman kerja, dan kompetensi terhadap kinerja, serta mengidentifikasi apakah kompetensi berperan sebagai variabel intervening antara pelatihan dan kinerja, serta antara pengalaman kerja dan kinerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja individu di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebar kepada responden yang merupakan karyawan di berbagai organisasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis statistik seperti analisis regresi dan analisis jalur (path analysis) untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh signifikan yang positif terhadap kinerja, yang mendukung hipotesis H1. Selain itu, pengalaman kerja juga memiliki pengaruh signifikan yang positif terhadap kinerja, yang mendukung hipotesis H2. Kompetensi juga ditemukan memiliki pengaruh signifikan yang positif terhadap kinerja, mendukung hipotesis H3. Selanjutnya, pelatihan juga memiliki pengaruh signifikan yang positif terhadap kompetensi, mendukung hipotesis H4, dan pengalaman kerja juga memiliki pengaruh signifikan yang positif terhadap kompetensi, mendukung hipotesis H5. Selain itu, hasil penelitian juga mendukung hipotesis H6 dan H7, yang menyatakan bahwa pelatihan dan pengalaman kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja melalui kompetensi sebagai variabel intervening.
Copyrights © 2022