Bencana merupakan suatu fenomena yang menimbulkan banyak kerugian baik materil maupun immateriil. Di Indonesia, sebanyak 17.768 kasus kebakaran terjadi sepanjang tahun 2021, dengan jumlah 5.274 kasus dan penyebab utamanya adalah arus pendek tegangan atau korsleting. Sesuai Keputusan KEMENAKER RI No 186 Tahun 1999, penyelenggara atau pimpinan berkewajiban mencegah dan mengurangi dampak bencana. Dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk menganalisis upaya pencegahan kebakaran di Laboratorium XYZ. Penelitian ini bertempat di salah satu laboratorium di Kota Balikpapan untuk melakukan kajian dan penelitian lapangan. Pendekatan yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenisnya deskriptif. Data primer dengan melakukan wawancara mendalam dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan observasi. Rencana mitigasi bencana kebakaran menunjukkan bahwa manajemen telah berupaya menyiapkan sarana, prasarana, dan prosedur mitigasi. Unit pencegahan kebakaran tersedia, namun personel harus disertifikasi oleh manajer keselamatan kebakaran. Manajemen Laboratorium XYZ telah rutin melakukan edukasi terhadap personel unit pemadam kebakaran namun belum melakukan simulasi kebakaran. Sistem proteksi kebakaran tersedia sekitar 57,14% dari ketentuan yang berlaku. Kesimpulannya, pihak manajemen harus meningkatkan tanggap darurat laboratorium terhadap bencana kebakaran.
Copyrights © 2023