Manusia itu hidup dipenuhi oleh karep-karep dengan tujuan mendapatkan kebahagiaan. Namun berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh Ki Ageng Suryomentaram sesungguhnya tidak ada kemulakan. Demikian yang disampaikan olehnya dalam pembukaan wejangan tentang Kawruh Begja Sawetah. Penalaran ini pada akhirnya mengantarkan kita pada pemberlakuan hukum mulur mugkret. Permasalahan yang ditemukan disini ialah tokoh Mersault yang absurd dan sinis menjadi perlambang akan kebahagiaan yang dikemukakan oleh Ki Ageng Suryomentaram. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan hermeneutik (interpretasi gramatik) untuk menerjemahkan makna sikap. Dari beberapa teori psikologi humanis baik barat maupun lokal, mempunyai persamaan dan perbedaan tentang pandangan kebahagiaan. Meskipun barat lebih berkembang psikologi humanistik, Tak dapat dipungkiri bahwa lokal pun mempunyai konsep teori psikologi humanistik yang dapat diaplikasikan dalam analisis karya sastra.
Copyrights © 2023