Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS NOVEL WONG NJABA SEBUAH KAJIAN PSIKOANALISIS ILMU KEBAHAGIAAN KI AGENG SURYOMENTARAM PADA TOKOH MERSAULT Malik Septian Ardi Nugraha; Sungging Widagdo
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.19632

Abstract

Manusia itu hidup dipenuhi oleh karep-karep dengan tujuan mendapatkan kebahagiaan. Namun berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh Ki Ageng Suryomentaram sesungguhnya tidak ada kemulakan. Demikian yang disampaikan olehnya dalam pembukaan wejangan tentang Kawruh Begja Sawetah. Penalaran ini pada akhirnya mengantarkan kita pada pemberlakuan hukum mulur mugkret. Permasalahan yang ditemukan disini ialah tokoh Mersault yang absurd dan sinis menjadi perlambang akan kebahagiaan yang dikemukakan oleh Ki Ageng Suryomentaram. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan hermeneutik (interpretasi gramatik) untuk menerjemahkan makna sikap. Dari beberapa teori psikologi humanis baik barat maupun lokal, mempunyai persamaan dan perbedaan tentang pandangan kebahagiaan. Meskipun barat lebih berkembang psikologi humanistik, Tak dapat dipungkiri bahwa lokal pun mempunyai konsep teori psikologi humanistik yang dapat diaplikasikan dalam analisis karya sastra.
Kerentanan Mental Tokoh Bunuh Diri dalam Novel Pulung Gantung Tali Pati karya Imam Budhi Santosa: The Mental Vulnerability of the Suicide Character in Imam Budhi Santosa’s Novel Pulung Gantung Tali Pati Niken Maileni; Sungging Widagdo; Ucik Fuadhiyah
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22654

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kerentanan mental tokoh yang melakukan bunuh diri dalam novel Pulung Gantung Tali Pati melalui perspektif psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan objektif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Pulung Gantung Tali Pati karya Imam Budhi Santoso. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan teks dalam novel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Dalam penelitian ini menggunakan teori Hierarki Maslow dan ditemukan bahwa tokoh-tokoh yang memutuskan untuk melakukan bunuh diri ternyata disebabkan oleh kebutuhan-kebutuhan dalam kehidupannya yang tidak terpenuhi. Ketika hal tersebut tidak terpenuhi, akan memunculkan reaksi yang berbeda-beda. Dalam penelitian yang menggunakan kajian psikologi sastra ini diharapkan melalui karya sastra masyarakat dapat berkaca bahwa permasalahan mental bukan sesuatu yang remeh dan bunuh diri bukan jalan yang baik untuk menyelesaikan permasalahan.
ARENA DAN STRATEGI TOKOH DALAM KONFLIK KELUARGA DI NOVEL KINANTI KARYA MARGARETH WIDHY PRATIWI Eka Septiani; Sungging Widagdo; Didik Supriadi
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 9 No 1 (2026): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v9i1.4206

Abstract

Konflik keluarga seringkali muncul akibat perbedaan nilai dan gaya hidup di antara anggota keluarga. Novel Kinanti karya Margareth Widhy Pratiwi menggambarkan dinamika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan arena keluarga dan strategi yang digunakan oleh tokoh-tokoh untuk mempertahankan dan melawan kekuasaan dalam novel tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra. Perspektif teoritisnya adalah konsep arena dan strategi oleh Pierre Bourdieu, diperkuat oleh konsep hegemoni dan dominasi Antonio Gramsci. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan teknik membaca cermat dan mencatat. Sumber data utama adalah novel Kinanti . Data terdiri dari frasa, kata, kalimat, dan paragraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga dalam novel ini digambarkan sebagai medan perang simbolis. Perjuangan ini muncul dari benturan antara habitus konservatif tradisional Jawa dan habitus egaliter modern. Di antara tiga puluh empat tokoh, empat arena utama diidentifikasi. Arena-arena ini menunjukkan strategi hegemoni, dominasi, kontra hegemoni, dan kontra dominasi. Strategi hegemonik melalui teladan dan perlindungan yang konsisten terbukti lebih berhasil dalam membangun ketahanan mental generasi penerus. Sementara itu, strategi dominasi yang mengandalkan ancaman ekonomi atau kekerasan fisik cenderung gagal. Kegagalan dalam menegosiasikan habitus dapat mendorong individu untuk meninggalkan arena sebagai upaya terakhir.
Konstruksi Makna Guru Sejati dalam Lakon Wayang Sang Dwija Agung Ki Purbo Asmoro: Kajian Hermeneutika Eka Fatmawati; Sucipto Hadi Purnomo; Sungging Widagdo
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 14, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v14i2.137949

Abstract

The role of educators in learning is not only defined by teaching skills but also by their ability to develop moral and spiritual awareness. In this context, the teacher’s role can be re-examined through local cultural values, particularly in wayang performances that contain moral, spiritual, and educational symbolism. This study aims to interpret the meaning of the “true teacher” in the wayang play Sang Dwija Agung by Ki Purbo Asmoro as a reflection of Javanese thought. The analysis focuses on Rama Bargawa using Hans-Georg Gadamer’s hermeneutic approach, including historical context, pre-understanding, horizon fusion, and the hermeneutic circle. The findings show that Rama Bargawa represents a true teacher who embodies self-awareness, humility (andhap asor), honesty (blakasuta), and wisdom (wicaksana). This meaning emerges through the interpretation of dialogue within its Javanese cultural context and the fusion between text and interpreter horizons. The study confirms that the teacher’s role in Sang Dwija Agung extends beyond teaching to include guiding the ethical use of knowledge. This research offers a new perspective on Rama Bargawa as a true teacher through Gadamerian hermeneutics. In contrast to previous studies that emphasize his role as a conflict-driven figure, this study highlights his exemplary dimension, enriching the understanding of the teacher’s role in wayang studies.
Refleksi Kultural, Historis, dan Ideologis dalam Novel Godhong Jati Keli ing Kali Oya: Kajian Sosiologi Sastra Agustina Mahardika; Didik Supriadi; Sungging Widagdo
Lingua Susastra Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ls.v7i1.562

Abstract

This study examines the representation of social reality and the social functions of the novel Godhong Jati Keli ing Kali Oya by Budi Sardjono using Ian Watt's sociology of literature approach. Studies on novels set in Gunungkidul appear limited to partial cultural aspects and have not yet fully integrated historical and ideological dimensions. This research seeks to delineate the representation of culture, history, and ideology while also elucidating the novel's social function as a mirror and agent of societal transformation. A descriptive qualitative method with content analysis was employed, supported by written responses from native Gunungkidul residents. The findings suggest that the novel may reflect objective reality across three dimensions: cultural (thiwul, kethoprak, Ki Ageng Donoloyo), historical (Kali Oya, Sokoliman Site, Majapahit), and ideological (work ethic, Pulung Gantung, wong pinter). Furthermore, the novel appears to perform four social functions: identity preservation, moral critique, historical memory reconstruction, and reproduction of adaptive ideological values. The conclusion suggests that the novel may serve as a cultural document as well as an agent shaping the collective consciousness of Javanese society. This research contributes to enriching locality-based literary sociology studies in Indonesia.
PENGEMBANGAN MEDIA MYSTERY BOX RAMAYANA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN CERITA WAYANG KIDANG KENCANA BAGI SISWA SMP Talitha Nurzada; Joko Sukoyo; Sungging Widagdo
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13763

Abstract

Observation results indicated that students experienced difficulties in understanding wayang stories, particularly in analyzing characters and their characteristics, identifying the plot, and understanding moral values. Learning activities remained teacher-centered and relied mainly on textbooks, resulting in limited student participation. This study aimed to develop a Mystery Box learning medium for the Kidang Kencana wayang story material. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of analyze, design, development, implementation, and evaluation stages. The study was conducted at SMP Negeri 1 Lebaksiu, Tegal Regency. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires. The data analysis techniques utilized qualitative descriptive analysis following the Miles and Huberman model for needs assessment data, as well as descriptive percentage analysis to evaluate media feasibility. The needs analysis showed that teachers and students required learning media that made wayang story learning more engaging and supported students' conceptual understanding. Based on these findings, the Mystery Box learning medium was developed. Validation results demonstrated that the developed media were highly feasible, achieving average scores of 96.8% from media experts and 91.3% from material experts. Following revisions based on expert recommendations, the final product is the Mystery Box Ramayana learning medium, which successfully integrates the Kidang Kencana wayang story with educational games for Javanese language learning at the junior high school level. ABSTRAK Hasil observasi menunjukkan siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi cerita wayang, terutama dalam menganalisis tokoh dan karakter, menentukan alur cerita, serta memahami pesan moral. Pembelajaran masih didominasi penggunaan buku teks dan berpusat pada guru (teacher-centered) sehingga peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Mystery Box pada materi cerita wayang Kidang Kencana. Desain penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif model Miles dan Huberman untuk data kebutuhan siswa dan guru, serta analisis statistik deskriptif persentase untuk menentukan tingkat kelayakan media berdasarkan evaluasi ahli. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan guru dan siswa memerlukan media pembelajaran yang dapat menjadikan pembelajaran cerita wayang lebih menarik serta membantu pemahaman materi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tersebut, dikembangkan media pembelajaran Mystery Box pada materi cerita wayang Kidang Kencana. Hasil validasi media yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak dengan skor rata-rata 96,8% berdasarkan penilaian ahli media dan 91,3% berdasarkan penilaian ahli materi. Setelah dilakukan penyempurnaan berdasarkan masukan para ahli, diperoleh produk akhir berupa media pembelajaran Mystery Box Ramayana yang mengintegrasikan materi cerita wayang Kidang Kencana dengan permainan edukatif untuk pembelajaran bahasa Jawa pada jenjang SMP.