JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO
Vol 6, No 1: Juli 2023

Rancang Bangun Pewartaan Injil dalam konteks Keindonesian Berdasarkan Pembacaan Yohanes 4 :1- 42

Soewieto Djajadi (Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia, Semarang)



Article Info

Publish Date
27 Jul 2023

Abstract

Indonesia is one of the countries with the most significant ethnic groups and religions in the world. With so many ethnic groups, Indonesia is a multicultural country. A multicultural country is a country that has many cultures and religions. The many religions and beliefs have an impact on creating a sense of intolerance between adherents of the majority and minority religions. Matthew 28:18-20 says believers must evangelize to fulfill God's Great Commission. Evangelism is giving good news so that people who do not know God will believe and accept the Lord Jesus as their savior. Evangelism in a multicultural society requires a method or way to receive the gospel message well. The evangelism carried out by the Lord Jesus to the Samaritan woman, written in the book of John 4: 1-42, is believed to be used as a method of evangelizing in Indonesia. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach in the design of the Evangelization used by Jesus in his approach to the Samaritan woman can also be called an individual approach. The Lord Jesus approached the Samaritan woman so that she would believe and accept the Lord Jesus. By carrying out the four stages of the individual approach, namely the friendship stage, the empathy stage, the recovery stage, and the evangelism stage, it is hoped that someone who hears the gospel message can be saved. AbstrakIndonesia termasuk salah satu negara yang mempunyai jumlah suku bangsa dan agama yang terbanyak di dunia. Dengan banyaknya suku bangsa yang ada, maka Indonesia termasuk negara multicultural.  Negara multikurtural adalah negara yang mempunyai banyak kebudayaan dan agama. Banyaknya agama dan aliran kepercayaan berdampak menimbulkan rasa intoleransi antara pemeluk agama mayoritas dan minoritas. Matius 28 ayat 18- 20 mengatakan bahwa orang percaya harus melakukan penginjilan untuk memenuhi Amanat Agung Allah. Penginjilan adalah memberikan kabar baik supaya orang yang belum mengenal Tuhan menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai juruslamat mereka. Penginjilan dalam masyarakat multicultural membutuhkan sebuah metode atau cara agar berita injil dapat diterima dengan baik.  Penginjilan yang dilakukan Tuhan Yesus kepada wanita samaria yang ditulis pada kitab Yohanes 4: 1-42, diyakini dapat dijadikan sebagai metode dalam melakukan penginjilan di Indonesia. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature dalam rancang bangun Pewartaan Injil yang dipakai oleh Yesus dalam pendekatannya kepada wanita samaria tersebut dapat disebut juga dengan pendekatan secara individu. Tuhan Yesus mengadakan pendekatan kepada wanita samaria tersebut supaya menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus. Dengan melakukan empat tahapan pendekatan individu tersebut yaitu tahap persahabatan, tahapan empati, tahapan pemulihan dan tahap penginjilan, maka diharapkan seseorang yang mendengar berita Injil dapat diselamatkan.   

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

graciadeo

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences

Description

Jurnal Teologi Gracia Deo merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2655-6863 (online), ISSN: 2655-6871(print), diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Jakarta. Focus dan Scope dalam ...