Kepulauan  Bangka  Belitung  terkenal  merupakan  penghasil  timah  terbesar  di  Indonesia. Disamping memproduksi Timah, perusahaan yang mengelola pertimahan juga menghasilkan produk sampingan (limbah) berupa terak timah (tin slag)  yang  jumlahnya  bertambah  terus setiap  saat.   Limbah  ini   belum dimanfaatkan seoptimal mungkin. Untuk itu perlu diadakan penelitian tentang pemanfaatan limbah timah (tin slag) sebagai alternatif bahan untuk perkerasan jalan raya. Agregat kasar merupakan sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, atau mineral lainnya  yang  berupa  hasil  alam.  Hot  Rolled  Sheet-Wearing  Course  (HRS- WC)  merupakan lapisan  pondasi  atas dengan menggunakan bahan pengikat aspal. Letaknya berada dibawah lapisan permukaan (wearing course). Kinerja suatu perkerasan dapat ditentukan dari pengujian Marshall  yang  menghasilkan  parameter  stabilitas,  kelelehan,  kerapatan,  rongga  dalam campuran, rongga dalam agregat, dan Marshall Quotient. Setelah melalui proses uji Marshall didapat nilai Kadar Aspal Optimum untuk agregat biasa sebesar 5,75%, dan untuk tin slag sebesar 4,80%. Dengan menggunakan metode pengujian yang didasarkan pada standar Bina Marga telah memenuhi persyaratan, sehingga tin slag dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat kasar untuk perkerasan jalan raya dan dapat membantu dalam upaya pemeliharaan lingkungan. Kata kunci: Tin slag, Hot Rolled Sheet-Wearing Course, Kadar Aspal OptimumÂ
Copyrights © 2014