cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
SIPIL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
PENGARUH PERGERAKAN ANGKUTAN UMUM TERHADAP KELANCARAN ARUS LALU LINTAS (Studi Kasus : Ruas Jalan Rusli Romli Kota Pangkalpinang) Firdaus, Ormuz
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Angkutan umum merupakan salah satu sarana transportasi darat yang masih digunakan oleh sebagian masyarakat  dalam menunjang mobilitas  untuk melakukan  aktivitasnya. Penelitian  ini  dilakukan    dengan    metode    survei    lapangan    secara    langsung. Berdasarkan   analisis,   diperoleh headway rute Pasar – Girimaya yaitu sebesar 2,78 menit dengan pergerakan angkutan umum dalam 12 jam sebanyak 251 angkutan umum, dan headway rute Pasar – Sampur sebesar 2,94 menit dengan 235 jumlah angkutan umum yang melewati jalan Rusli Romli, dapat menunjukkan bahwa pergerakan angkutan umum di jalan Rusli Romli kurang efektif. Dan dari nilai DS pada sore hari sebesar 0,19 termasuk kedalam tingkat pelayanan A yaitu kondisi arus lalu lintas bebas. Tetapi berdasarkan kecepatan tempuh yaitu sebesar 22,19 km/jam dan kecepatan arus bebas yaitu 42,80 km/jam. Situasi tersebut dikarenakan banyaknya kendaraan yang parkir di sisi jalan selain itu banyak angkutan umum yang menjadikan sepanjang jalan Rusli Romli sebagai terminal bayangan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pengurangan jumlah armada yang beroperasi agar faktor muatan penumpang mencapai 70 %, dengan mengurangi  jumlah  armada  angkutan  umum  rute  Pasar  -  Girimaya  sebanyak  15 angkutan umum dan rute Pasar - Sampur sebanyak 25 angkutan umum, selain itu perlu adanya terminal yang cukup luas, dan perlu adanya penertiban terminal bayangan angkutan umum oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Kata kunci : headway, derajat kejenuhan, kecepatan, faktor muatan penumpang
PENGGUNAAN LIMBAH PELEBURAN TIMAH (TIN SLAG) SEBAGAI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET- WEARING COURSE UNTUK PERKERASAN JALAN RAYA Firdaus, Ormuz
SIPIL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Kepulauan  Bangka  Belitung  terkenal  merupakan  penghasil  timah  terbesar  di   Indonesia. Disamping memproduksi Timah, perusahaan yang mengelola pertimahan juga menghasilkan produk sampingan (limbah) berupa terak timah (tin slag)   yang   jumlahnya   bertambah   terus setiap   saat.    Limbah   ini    belum dimanfaatkan seoptimal mungkin. Untuk itu perlu diadakan penelitian tentang pemanfaatan limbah timah (tin slag) sebagai alternatif bahan untuk perkerasan jalan raya. Agregat kasar merupakan sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, atau mineral lainnya  yang  berupa  hasil  alam.  Hot  Rolled  Sheet-Wearing  Course  (HRS-  WC)  merupakan lapisan  pondasi  atas dengan  menggunakan bahan pengikat aspal. Letaknya berada dibawah lapisan permukaan (wearing course). Kinerja suatu perkerasan dapat ditentukan dari pengujian Marshall   yang   menghasilkan   parameter   stabilitas,   kelelehan,   kerapatan,   rongga   dalam campuran, rongga dalam agregat, dan Marshall Quotient. Setelah melalui proses uji Marshall didapat nilai Kadar Aspal  Optimum untuk agregat biasa sebesar 5,75%, dan untuk tin slag sebesar 4,80%. Dengan menggunakan metode pengujian yang didasarkan pada standar Bina Marga telah memenuhi persyaratan, sehingga tin slag dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat kasar untuk perkerasan jalan raya dan dapat membantu dalam upaya pemeliharaan lingkungan. Kata kunci: Tin slag, Hot Rolled Sheet-Wearing Course, Kadar Aspal Optimum 
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN PADA RUAS JALAN UTAMA KOTA PANGKALPINANG Firdaus, Ormuz
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Pangkalpinang merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berfungsi sebagai pusat emerintahan, perdagangan, industri, pariwisata, dan pendidikan, dengan luas wilayah 118,40 km2 dan jumlah penduduk 174.838 jiwa pada tahun 2010. Keadaan ini menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan akan pergerakan lalu lintas masyarakat kota Pangkalpinang dan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, baik data primer yang terdiri dari survei volume kendaraan dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Analisis tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan utama kota Pangkalpinang ini diolah menggunakan Microsoft excel berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Berdasarkan hasilanalisakinerjalalulintasyangadapadaruas jalan utama kota Pangkalpinang menyatakan bahwa kondisi existing lalu lintas Kota Pangkalpinang pada jam sibuk untuk beberapa ruas jalan utama menunjukkan kondisi lalu lintas yang cukup baik, yaitu dengan nilai V/C tertinggi sebesar 0,59 pada jalan Basuki Rahmat. Hal ini menunjukkan bahwa volume lalu lintas saat ini belum mengalami permasalahan transportasi. Manajemen lalu lintas merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan transportasi jaringan jalan Kota Pangkalpinang saat ini. KataKunci: Volume, Derajat Kejenuhan, Manajemen Lalu lintas
PENGELOLAAN SUMBERDAYA KOLONG Sabri, Fadillah
SIPIL Vol 1, No 1 (2015): PENGELOLAAN SUMBERDAYA KOLONG
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.697 KB)

Abstract

Buku " PENGELOLAAN SUMBERDAYA KOLONG" membahas proses terjadinya kolong dimulai dari sejarah pertimahan di Bangka Belitung. Kualitas Air Kolong, Analisis Ketersediaan Air Kolong, Pemanfaatan Air Kolong, Nilai Ekonomis Air Kolong, Hingga strategi Pelestarian.Selain itu dilengkapi beberapa studi kasus dan penyelesaiannya terutama pada pembehasan Nilai Ekonomis Air Kolong (NEA)
PENGARUH PENERAPAN JALAN SATU ARAH TERHADAP JALAN KOLEKTOR SEKUNDER (Studi Kasus Pada Jl. Kh. Abdul Hamid Dan Jl. Kh Abdurrahman Siddik Di Kota Pangkalpinang) Firdaus, Ormuz; Sabri, fadillah
SIPIL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Perubahan arus lalu lintas menjadi satu arah pada ruas jalan utama yang diterapkan Pemerintah Kota Pangkalpinang tentunya akan berimbas pada pengguna jalan yang memiliki  kecendrungan  untuk  memilih  jarak  tempuh  terpendek  melalui  jalan-jalan alternatif yang menghubungkan jalan utama. Dalam hal ini, yang terjadi adalah tidak adanya perubahan pada manajemen lalu lintas ataupun perubahan fisik yang dilakukan pada jalan alternatif sebagai penghubung jalan utama. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah survei perhitungan volume lalu lintas, kemudian dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Sedangkan metode untuk mengetahui dampak ekonomi pada pelaku ekonomi mikro yang ada di ruas jalan kolektor sekunder dengan menggunakan teknik wawancara (mengisi kuesioner) secara langsung, kemudian diolah dengan menggunakan software SPSS 17, selanjutnya dianalisis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis kinerja lalu lintas yang ada pada ruas JL. KH. Abdul Hamid secara umum, memiliki LOS (Level Of Service) pada jam sibuk dengan tingkat pelayanan E (≤ 1) yang menunjukkan lalu lintas dalam kondisi kadang terhambat, terlihat pada derajat kejenuhan yang diperoleh sebesar 0,942. Sehingga ruas jalan ini sudah tidak memenuhi persyaratan MKJI 1997. Setelah dilakukannya analisis dampak ekonomi pada pelaku ekonomi mikro pada sisi ruas JL. KH. Abdul Hamid dan JL. KH. Abdurrahman Siddik, maka diperoleh kesimpulan bahwa dengan diterapkannya jalan satu arah maka berdampak positif bagi perekonomian pada ruas jalan kolektor sekunder tersebut. Kata kunci : Jalan Satu Arah, Derajat Kejenuhan, Dampak Ekonomi
ANALISIS POLA PERJALANAN ORANG DI KOTA PANGKALPINANG Firdaus, Ormuz; Gunawan, Indra
SIPIL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

The vast development of construction is Pangkalpinang City has implicated the rapid growth of population, labor, economy, facility and infrastructure, industries, trading, and tourism has brought a great impact on mobility, which means the increase of time and cost of commuting in the traffic system. An analysis of commutation patterns in Pangkalpinang City is conducted using household interview survey or questionnaires and average daily traffic survey on the roads including secondary data needed in this study. Daily commuting pattern in a city is the combination of work, education, shopping, and schooling commuting pattern. Based on the analysis of the commuting characteristic of people in Pangkalpinang City, it is known that the life standard of most Pangkalpinang people has gotten better economically. This is shown in the increase of household income percentage between Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000/month with a composition of workers dominating the number of students. In their daily commuting, most people 75,86% ride motorcycles. This number rises every year, higher than other types of vehicles such as cars (11,78%). The matrix of origin-destination shows that travels between the same origin-destination zone dominates in one district. The area with the highest same origin-destination commutation is Rangkui, and the lowest is Pangkalbalam. This suggests that the commutations done by most of Pangkalpinang residents is still in relatively close range.  Key Words:  Mobility, Survey, Commutation
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PENGOLAHAN TIMAH (TIN SLAG) SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON ., Melita; Gunawan, Indra
SIPIL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Peningkatan kebutuhan bahan bangunan dari tahun ke tahun semakin besar. Hal ini bisamenyebabkan penyediaan bahan bangunanpun akan semakin banyak dibutuhkan misalnyapasir. Apabila kebutuhan pasir meningkat maka ketersediaannya pun akan semakinberkurang dan diperlukan alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Terak timah (tinslag) adalah sisa dari pengolahan timah dan merupakan bahan yang banyak tertimbun dancenderung menjadi limbah karena pemanfaatannya masih relatif kecil dan belummaksimal. Mempunyai bentuk yang tajam dan kubikal. Penelitian tentang pengaruhpenggunaan terak timah (tin slag) yang berasal dari PT. Stanindo Inti Perkasadengan menggunakan enam variasi campuran substitusi parsial terhadap beratagregat halus yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Dari masingmasing campuranbeton tersebut dibuat 54 buah benda uji untuk umur 14 hari dan 28 hari. Pengujian yangdilakukan pada campuran beton adalah uji kuat tekan beton dan uji kuat tarik belahbeton. Dari hasil penelitian diperoleh pada umur 14 hari, pada penambahan kadar tinslag berturut-turut 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% adalah 25,1 MPa, 20,7 MPa, 18,9MPa, 15,6 MPa, 14,8 MPa dan 14,7 MPa untuk uji kuat tekan beton. Pada umur 28 hari,pada penambahan kadar tin slag berturut-turut 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%adalah 26,5 MPa, 25,1 MPa, 24,6 MPa, 24,3 MPa, 24,1 MPa dan 23,7 MPa untuk ujikuat tekan beton dan 3,3 MPa, 3,2 MPa, 3,1 MPa, 2,9 MPa, 2,9 MPa dan 2,6 MPa untukuji kuat tarik belah beton.Kata kunci : terak timah (tin slag), uji kuat tekan beton dan uji kuat tarik belah beton.
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA SAWIT INTUK MENINGKATKAN KEKUATAN TANAH Hisyam, Endang Setyawati; Yofianti, Desy
SIPIL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Soil has a very significant role in construction works, both as the main composition and supporting material. If the construction is build on a soft soil like soft clay, then it will give problem to the construction building. To increase the strength of soil, soil stabilization is done by adding palm pulp fibers into the soil. In this study, the percentages of palm pulp fibers mixed are 1,5%, 2,5%, 3,5%, and 4,5% out of soft clay dry weight. To know the strength of soil, direct shear test and unconfined compressive strength (UCS) test. The mixing of palm pulp fibers affects the value of Soil Shear Strength (s) and Unconfined Compressive Strength (qu). On the level of 4,5%, the Soil Shear Strength (s) and Unconfined Compressive Strength (qu) have the biggest value. The Soil Shear Strength (s) of 129,748 kN/m2 showed a rise of 537,083% in unmixed soil, while the Unconfined Compressive Strength of 34,254 kN/m2 showed a rise of 79,048% in undisturbed soil. Key Words: Clay, Palm pulp fibers, Strength of soil
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN TAILING TIMAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.697 KB)

Abstract

Usaha untuk mendapatkan beton dengan mutu yang lebih baik yaitu dengan meningkatkan mutu material penyusunnya, misalnya kekerasan agregat dan kehalusan butir semen.  Agregat merupakan bahan penyusun utama yang berfungsi sebagai bahan pengisi yang memberikan nilai ekonomis, kekuatan, keawetan, stabilitas dan kekakuan terhadap beton.  Salah satu alternatif pengganti agregat adalah limbah dari Pusat Pengolahan Biji timah (PPBT) Peltim di Muntok yaitu pasir tailing dan air waduk Peltim. Dalam penelitian ini, Pengambilan data sekunder berupa hasil pengujian air waduk peltim, kandungan mineral tailing timah, kandungan mineral pasir galian dan luas waduk. Sedangkan data primer berupa sampel tailing timah dan pasir galian.  Penelitian ini akan menggunakan campuran beton dengan enam variasi campuran, yaitu: persentasi penggantian pasir dengan pasir tailing sebesar  0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Dari masing-masing campuran beton tersebut dibuat tiga benda uji. Pengujian yang dilakukan pada campuran beton adalah kuat tekan dengan menggunakan alat uji tekan beton (compressive strength test) pada umur beton 7 hari dan 28 hari.  Hasil penelitian diperoleh, nilai kuat tekan beton umur 7 hari pada campuran beton dengan menggunakan persentase penambahan tailing timah 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% berturut-turut adalah sebesar 21,70 MPa; 21,51 MPa; 20,76 MPa; 19,44 MPa; 19,44 MPa dan 18,50 MPa. Sedangkan kuat tekan pada umur 28 hari, sesuai dengan persentase penambahan tailing timah berturut-turut sebesar 28,12 MPa; 27,55 MPa; 26,23 MPa; 25,48 MPa; 24,16 MPa dan 22,83 MPa. Kata Kunci: agregat halus, tailing timah, dan kuat tekan beton.
ANALISIS ANGKA KEAMANAN DIAFRAGMA WALL MENGGUNAKAN PERMODELAN MOHR COLOUMB DENGAN PARAMETER TOTAL DAN EFEKTIF Fahriani, Ferra
SIPIL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Pada satu lereng buatan (galian dalam) memerlukan suatu konstruksi penahan tanah yang besaruntuk menahan tekanan lateral yang terjadi agar lereng dalam keadaan stabil. Analisis kestabilansuatu lereng ditunjukkan pada suatu angka keamanan. Ketika dipasang suatu konstruksi penahantanah perlu dianalisis angka keamanan dari penahan tanah tersebut. Pemilihan parameter tanahyang tepat sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil analisis yang tepat. Pada penelitian iniakan dianalisis angka keamanan suatu diafragma wall yang dipasang sebagai penahan pada suatugalian dalam. Dengan menganalisis besarnya bending momen pada diafragma wall yang terjadimenggunakan programPLAXIS selanjutnya dapat ditentukan besarnya angka keamanandiafragma wall. Permodelan tanah menggunakan permodelan Mohr – Coloumb yang di analisisdengan analisis drained dan undrained menggunakan parameter total dan efektif digunakan padapenelitian ini. Hasil analisis didapatkan bahwa semakin dalam galian, faktor keaman galian yangdidapat semakin kecil.Analisis galian dalam menggunakan analisis drained memberikan faktorkeamanan yang kecil dibandingkan undrained. Dari Angka keamanan yang paling kecil didapatdalam desain galian dalam keadaan kritis terjadi pada kondisi drained. Untuk itu disarankanpenggunaan analisis drained pada analisis galian dalam, sebagaimana telah diungkapkan padabeberapa teori tentang pemilihan parameter pada galian dalam.Kata Kunci : Galian Dalam, Faktor Keamanan, Diafragma Wall, Drained, Undrained