Kematian ibu (AKI) yang tinggi merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Morbiditas dan mortalitas terkaitpreeklampsia terjadi pada 5-7% dari seluruh kehamilan dan menyebabkan lebih dari 70.000 kematian ibu dan 500.000janin di seluruh dunia setiap tahunnya. Bidan dan staf merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanankesehatan kepada ibu hamil, sehingga mereka berperan penting dalam pertolongan pertama. Mengetahui danmengetahui pentingnya bidan dan petugas dalam deteksi dini, pencegahan dan penanganan dini preeklampsia menjadidasar konsultasi dengan Puskesmas Kota Makassar dengan harapan dapat menurunkan angka kesakitan dankematian ibu. Kegiatan penyuluhan ini merupakan desain pre-test eksperimen nyata yang menyasar bidan dan kadersebanyak 30 orang di Puskesmas Sudiag Kota Makassar. Tujuan dari konsultasi ini adalah untuk meningkatkanpengetahuan dan keterampilan bidan dalam skrining, pencegahan dan penatalaksanaan dini preeklampsia. Evaluasitingkat pengetahuan bidan dan pegawai dilakukan secara bertahap dengan pemeriksaan pendahuluan, penyampaianmateri dengan penyuluhan dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi, diakhiri dengan pemeriksaan akhir. Penelitianini mengungkapkan bahwa tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan adalah 4,93 dan meningkat secara signifikanmenjadi 8,80 setelah penyuluhan (pandlt;0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan bidan dan petugas tentangskrining, pencegahan dan penanganan dini preeklampsia meningkat. Olahraga teratur dan konseling yang baikdiperlukan untuk meminimalkan risiko dan komplikasi preeklampsia.
Copyrights © 2023