Keteraturan ANC dilihat melalui frekuensi kunjungan, namun tidak semua ibu hamil periksa secara rutin. Hal ini dikarenakan pelayanan kesehatan kurang memenuhi harapan, dan persepsi ibu ANC kurang baik. Sekitar 45-86% mendapatkan 7 intervensi pelayanan antenatal, namun 20% hanya mendapatkan 5 intervensi, tanpa tes laboratorium dan temu wicara. Kepuasan pelanggan dipengaruhi banyak faktor, seperti perilaku petugas, perasaan pasien, mutu informasi, prosedur perjanjian, waktu tunggu, fasilitas, privacy, pengaturan kunjungan, outcome terapi dan kualitas perawatan. Data bulan Januari sampai Mei 2018 menunjukkan K1 34,9% (424 orang) ANC terpadu 34,89% dari sasaran 1215 ibu hamil. Data K4 Januari sampai Mei 2018 adalah 34,21% (423 ibu hamil) dari sasaran 1215, ANC terpadu sebanyak 34,81%. Data K4 2017 belum mencapai target cakupan ANC terpadu yang mencapai 49,28% dari target cakupan 94%. Design penelitian ini adalah Crossectional Design, populasi seluruh ibu dengan ANC terpadu di Puskesmas Blabak Kabupaten Kediri sebanyak 164 orang. Teknik sampling Simple Random Sampling didapatkan sampel 41 ibu hamil. Analisis menggunakan Fisher Exact Test. dengan nilai signifikansi 1 (2 Sided) dan 0.684 (1 Sided) yang keduanya > dari α 0.05 Sehingga H0 diterima dan kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat hubungan antara kepuasan ibu pada layanan ANC dengan minat ANC.
Copyrights © 2023