The phenomenon of polygamy workshops and mentoring conducted by Kyai Hafidin makes us rethink the contestation of Islamic discourse in the public sphere. This phenomenon illustrates the commodification of Islam, where dogmatic discourse is transformed into commercial discourse. Through qualitative research using the netnography method, the author attempts to interpret this phenomenon by exploring the content produced by Kyai Hafidin on social media. Taking into account previous similar studies, this research attempts to look at a side that has not been widely discussed, namely Islamic dogma on polygamy, considering the discourse of religious commodification.AbstrakFenomena workshop dan mentoring poligami yang dilakukan oleh Kyai Hafidin membuat kita berpikir ulang tentang kontestasi wacana Islam di ruang publik. Fenomena ini menggambarkan komodifikasi Islam, di mana wacana dogmatis berubah menjadi wacana komersial. Melalui penelitian kualitatif dengan metode netnografi, penulis mencoba membaca fenomena tersebut dengan mengeksplorasi ulasan konten yang diproduksi Kyai Hafidin di ruang media sosial. Dengan mempertimbangkan penelitian-penelitian senada yang sebelumnya telah dilakukan, penelitian ini mencoba melihat dari sisi yang belum banyak dibahas, yaitu dogma Islami tentang poligami dengan mempertimbangkan diskursus komodifikasi agama.
Copyrights © 2023