Peralihan bernuansa teknologi khususnya dalam pola produksi hubungan komunikasi antar manusia dan konsumsi informasi di media digital membuat lahirnya banyak peluang dengan tidak adanya batas baik ruang maupun waktu dengan jangkauan yang tidak bisa terukur, seakan sudah menjadi budaya. berbagai diantaranya dianggap sebagai imaji yang lebih nyata daripada kenyataannya. Viralnya isu di jagat media sosial dengan adanya sebuah kasus salah satu brand besar dalam kelompok F&B (Food & Beverage) ternama yaitu Esteh Indonesia melayangkan somasi terhadap salah satu konsumen yang membagikan cuitan kritik pedasnya terkait produknya di ruang media sosial Twitter. Ungkapan terkesan sarkasme oleh salah satu masyarakat digital (digital native), dianggap telah mencemarkan nama baik sehingga menjadi bukti jika rekam jejak di ruang digital pun meninggalkan jejak digital dengan belum tercerminnya kesadaran dalam menjaga etika di ruang digital (netiquette). Adapun penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian One Case Study Kualitatif dengan pendekatan Content Analysis yang menunjukan jika ruang maya bukan sekedar simbol dari kebebasan berpendapat tanpa etika, tanpa perasaan, namun dalam bersikap di berbagai macam kesempatannya perlu untuk dimaknai dengan bijak dan tanggungjawab mengingat diperlunya pula diri yang beradab dalam berperilaku sebagai bagian dari mampunya beradaptasi di ranah media digital.
Copyrights © 2023