Remaja merupakan kelompok beresiko untuk penularan HIV/AIDS, karena masa remaja adalah masa individu berada pada mobilitas sosial yang paling tinggi karena akan membuka peluang baginya untuk terpapar terhadap berbagai perubahan sosial, kultural, budaya, serta fisik maupun psikologis. Hal itu membuat remaja tersebut mempunyai kerentanan yang tinggi terhadap penularan berbagai jenis penyakit salah satunya HIV/AIDS. Faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS. Pengetahuan tentang HIV/AIDS sangat mempengaruhi sikap untuk melakukan tindakan pencegahan HIV/AIDS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang upaya pencegahan HIV/AIDS. Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik accidental sampling yang berjumlah 30 responden. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang upaya pencegahan HIV/AIDS, nilai sig 0,024 (
Copyrights © 2023