Satir merupakan metode penyampaian pemikiran melalui sindiran secara kasar ataupun halus. Objek yang menjadi sasaran satir adalah politik, ras, ideologi, dan agama. Bentuk satir yang cenderung diterima semua orang adalah parodi. Konsep yang ditawarkan parodi adalah meniru suatu peristiwa yang tidak sesuai dengan realita untuk dijadikan objek lelucon. Studi ini ditujukan untuk mengetahui fungsi kehadiran satir dalam pertunjukan Para Pensiunan:2049. Objek dipilih karena memiliki konsep pemanggungan yang terbilang unik dan baru. Teater Gandrik mencoba membawa penonton masuk pada ruang futuristik untuk menyaksikan ilustrasi kondisi sosial Indonesia di masa depan . Pertunjukan yang ditampilkan mengemukakan suatu premis bahwa “meggunakan kebenaran untuk melawan korupsi yang sudah menjadi tabiat masyarakat Indonesia adalah tindakan sia-sia”. Keselarasan antara peristiwa dalam pertunjukan dengan realita masyarakat menjadi poin tambah untuk dibahas secara runtut. Penelitian ini memakai pendekatan dengan teori dramaturgi Harymawan dan satir Gilbert Highet untuk menganalisis kontruksi dramatik, kontruksi artistik, dan satir parodi. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis proses kreatif Teater Gandrik dalam berkarya. Hasil akhir penelitian ini mengungkap unsur satir parodi sebagai instrumen pembangun ruang futuristik.
Copyrights © 2023