Persepuluhan adalah milik Allah dan harus dikembalikan kepada Allah. Namun dalam prakteknya sekarang ini terjadi pro dan kontra sebab ada gereja-gereja yang berpendapat bahwa persepuluhan itu sudah tidak berlaku lagi karena persepuluhan itu ada dalam zaman Taurat. Sedangkan disisi yang lain ada banyak gereja yang dengan tertib masih mentaati untuk mengembalikan persepuluhan tersebut. Itu sebabnya dalam penulisan karya ilmiah ini, fokus penelitian adalah menggali konsep persepuluhan baik melalui Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru serta melihat sejauh mana penerapan persepuluhan tersebut dalam era gereja masa kini khususnya terhadap gereja-gereja yang ada. Dengan menggunakan menggunakan metode kualitatif deskriftif pendekatan studi. Temuan pada artikel ini mengemukakan bahwa mayoritas gereja mengakui dan menerapkan perpuluhan ini. Mayoritas gereja mengajarkan dan menghimbau sebagai sebuah kewajiban kepada para jemaat. Kata-kata Kunci: Persepuluhan, Hukum Taurat, Gereja, hamba Tuhan. Tithing belongs to God and must be returned to God. But in practice today there are pros and cons because there are churches that argue that tithing is no longer valid because tithing existed in Torah times. While on the other hand there are many churches that are still in an orderly manner to return the tithing. That is why in writing this scientific paper, the focus of research is to explore the concept of tithing both through the Old and New Testaments and see the extent of the application of tithing in the current church era, especially to existing churches. By using qualitative descriptive methods of study approach. The findings in this article suggest that the majority of churches recognize and apply this tithing. The majority of churches teach and exhort as an obligation to the congregation.
Copyrights © 2023