Massero Liang adalah cara bagi masyarakat untuk mengungkapkan cinta dan mengenang leluhur serta orang yang telah meninggal. Mencintai yang telah tiada bukanlah penyembahan, melainkan penghormatan. Dalam perspektif Alkitab, mencintai yang telah tiada adalah hal yang wajar dan sesuai dengan ajaran Kristen. Seperti yang diungkapkan oleh Soren Kierkegaard, mencintai yang telah tiada berarti belajar kesetiaan dalam mencintai sesama. Orang yang telah tiada telah menyelesaikan perjalanannya dan tidak mengalami perubahan seperti manusia yang masih hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang menitikberatkan pada realitas kehidupan sehari-hari dan hubungan antarmanusia. Informan dipilih secara sengaja berdasarkan perilaku tertentu untuk memberikan informasi terkait dengan masalah penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Massero Liang adalah tradisi turun temurun dari generasi ke generasi, dilakukan sebagai bentuk cinta dan penghormatan terhadap yang telah meninggal, serta sebagai cara untuk mengobati rindu terhadap mereka yang masih tersimpan dalam kenangan.
Copyrights © 2023