Zogen, Elisabeth
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Teologis Massero Liang Di Desa Manipi Kecamatan Pana Sebagai Ungkapan Cinta Dalam Perspektif Filsafat Soren Kierkegaard Zogen, Elisabeth; Anggela, Anggela; Salonga, Delsya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i12.1805

Abstract

Massero Liang adalah cara bagi masyarakat untuk mengungkapkan cinta dan mengenang leluhur serta orang yang telah meninggal. Mencintai yang telah tiada bukanlah penyembahan, melainkan penghormatan. Dalam perspektif Alkitab, mencintai yang telah tiada adalah hal yang wajar dan sesuai dengan ajaran Kristen. Seperti yang diungkapkan oleh Soren Kierkegaard, mencintai yang telah tiada berarti belajar kesetiaan dalam mencintai sesama. Orang yang telah tiada telah menyelesaikan perjalanannya dan tidak mengalami perubahan seperti manusia yang masih hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang menitikberatkan pada realitas kehidupan sehari-hari dan hubungan antarmanusia. Informan dipilih secara sengaja berdasarkan perilaku tertentu untuk memberikan informasi terkait dengan masalah penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Massero Liang adalah tradisi turun temurun dari generasi ke generasi, dilakukan sebagai bentuk cinta dan penghormatan terhadap yang telah meninggal, serta sebagai cara untuk mengobati rindu terhadap mereka yang masih tersimpan dalam kenangan.
Model Penyelesaian Konflik dalam Gereja Berdasarkan Analisis Teologis Kisah Para Rasul 15:35-41 Zogen, Elisabeth; Abu, Irma; Yang, Triwage Sri Datu
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i2.1954

Abstract

Konflik atau perselisihan ada dalam kehidupan gereja. Perbedaan latarbelakang kehidupan seseorang membuat pola pikir setiap orang berbeda-beda, dan memantik konflik. Untuk itu, gereja membutuhkan model penyelesaian konflik yang bisa mereka jadikan sebagai referensi. Dengan menggunakan metode kualitatitif secara deskriptif dan studi pustaka, tulisan ini melakukan analisis terhadap Kisah Para Rasul 15:35-41. Perselisihan yang terjadi antara Paulus dan Barnabas, ada dua model penyelesaian konflik yang bisa dijadikan sebagai referensi. Temuan pertama, pendisiplinan atau disiplin gerejawi merupakan cara yang dilakukan untuk menjaga kesucian gereja. Jemaat yang telah melakukan kesalahan sesuai dengan apa yang diperintahkan Alkitab harus menerima pendisiplinan agar mereka bisa kembali masuk dalam gereja. Paulus melihat tindakan Yohanes Markus harus diberikan sebuah pedisiplinan agar kedepannya ia tidak lagi mengulangi kesalahannya; dan Kedua, berbeda dengan Paulus, Barnabas menawarkan sebuah spiritualitas pengampunan dalam menyelesaikan masalah Yohanes Markus. Barnabas tahu akan keterbatasan manusia dan pasti tidak luput dari yang namanya kesalahan. Dengan adanya dua model ini, akan sangat membantu pemimpin gereja masa kini dalam melihat dan menyelsaikan masalah yang ada dalam gereja.