Bata ringan atau Autoclaved Aerated Concrete (AAC) merupakan bahan material pengisi dinding yang saat ini sering digunakan. Pemilihan bata ringan sebagai penyusun dinding bangunan karena memiliki bentuk yang seragam, beratnya yang ringan, dan dapat mempercepat kinerja pekerjaan dinding. Pemasangan bata ringan pada umumnya menggunakan mortar dengan lapisan tipis atau dapat disebut sebagai thin bed mortar. Meskipun dinding bukan termasuk bagian struktural pada bangunan, perlu adanya penelitian mengenai kekuatan pasangan bata ringan. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir keruntuhan dinding bangunan akibat gaya lateral saat terjadi gempa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menciptakan komposisi baru thin bed mortar berbasis semen dengan penambahan polivinil asetat (PVAc) atau dapat disebut sebagai thin bed mortar inovasi (TBMI) untuk meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah pasangan bata ringan. Penggunaan PVAc pada TBMI diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan keamanan dinding bata ringan dan dapat menjadi alternatif dari penggunaan mortar instan. Penelitian ini dilakukan dalam lingkungan eksperimental dan mengikuti prosedur pengujian sesuai ASTM dan SNI. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu TBMI dengan substitusi 15% PVAc terhadap berat semen mampu memberikan nilai kuat tekan pasangan bata ringan sama besar dengan mortar instan dan kuat tarik belah sebesar 23% lebih besar daripada mortar instan.
Copyrights © 2023