AbstrakMeski membawa dampak buruk bagi mentalitas seseorang, nyatanya pelaku pelecehan seksual makin merajalela. Alih-alih memikirkan kondisi korban yang amat terpuruk dengan beberapa kemungkinan bisa saja terjadi: trauma, introver bahkan bunuh diri. Artikel ini membahas fenomena catcalling dalam Dear David yang mengangkat isu orientasi seksual tiga remaja sekolah. Peran usia remaja mendominasi adanya berbagai tindakan seksual serta pengeksplorannya. Dalam perkembangannya, film juga menjadi cermin realita kehidupan bermasyarakat seperti Dear David memberikan wajah bahwa pelecehan tidak hanya berupa sentuhan fisik. Selain itu, Lucky Kuswandi juga mengangkat karakter laki-laki yang bisa menjadi korban pelecehan. Film tersebut dianalisis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan paradigma kritis untuk mengetahui catcalling sebagai bentuk pelecehan verbal menggunakan teori semiotika John Fiske. Rumusan masalah yang diangkat peneliti adalah bagaimana bentuk penerapan level semiotika yang diungkapkan Fiske dalam objek visual film Dear David. Fiske menyebutkan tanda terdiri dari tiga level: level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian dengan teknik dokumentasi dan observasi menunjukkan bahwa film yang rilis pada Februari 2023 ini merepresentasikan bentuk catcalling sebagai pelecehan verbal berupa bercanda, tatapan mata menggoda, menyampaikan atau menanyakan, mengkritik atau mengomentari fisik lawan maupun sesama jenis yang mengarah pada seksualitas sehingga membuat orang tidak nyaman di depan publik.
Copyrights © 2023