Serabut kelapa sebagai limbah organik akan terurai secara alami, namun proses penguraiannya tidak secepat limbah organik lain seperti sisa sayur dan buah. Sabut kelapa dapat dikembangkan menjadi beragam produk antara lain cocopeat dan cocofiber. Hasil identifikasi oleh tim pengabdian menemukan bahwa masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani masih minim pengetahuan mengenai cara pemanfaatan dan pengolahan sabut kelapa menjadi produk cocofiber dan cocopeat. Produk cocofiber merupakan bahan baku industri matras, spring bed, jok mobil, karpet dan tali. Sedangkan produk cocopeat digunakan sebagai media tanam pengganti tanah dan pupuk. Pemasaran tidak hanya secara lokal bahkan pemasaran dapat dilakukan ke luar negeri (ekspor). Peluang bagi mitra dapat melakukan kegiatan tersebut. Seiring dengan uraian tersebut Program Pengabdian kepada Masyarakat ingin mengembangkan pengolahan sabut kelapa di Desa Borong Kecamatan Herlang Kab. Bulukumba. Berdasarkan analisis situasi ketidakberdayaan masyarakat untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk yang bernilai ekonomi. Apabila program ini dapat berlangsung maka mitra merasakan berbagai dampak salah satu faktor yaitu faktor pengetahuan dan keterampilan serta faktor penguasaan teknologi. Hal ini tentunya akan berdampak luas secara ekonomi bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar, baik secara sosial mengalami peningkatan produksi dan tentunya akan meningkatkan perekonomian mitra dan masyarakat sekitar. Luaran yang diharapkan ialah artikel dan publikasi jurnal, alat pengurai sabut kelapa serta website.
Copyrights © 2023