Pendekatan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) memberikan peluang bagi anak usia dini untuk mengeksplorasi konsep-konsep lintas bidang secara integratif dan holistik. Seni tari merupakan media ekspresi kinestetik yang sangat sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia 4–6 tahun, namun integrasi STEAM dalam pembelajaran tari di Taman Kanak-Kanak (TK) masih sangat terbatas dalam literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan selama enam minggu. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan dua guru dan satu kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran terhadap 20 anak kelompok B di TK Green Yard School Mataram. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Penerapan pendekatan STEAM dalam pembelajaran gerak tari mendorong peningkatan kreativitas gerak, keterlibatan aktif, dan kemampuan kolaborasi anak. Anak-anak mampu menciptakan gerak tari sederhana yang terinspirasi dari fenomena alam, pola matematis, dan konsep teknologi sederhana. Implications: Pendekatan STEAM dalam tari AUD secara holistik memperkuat literasi sains, matematika, dan seni secara bersamaan, sehingga memerlukan pengembangan lebih lanjut sebagai model pembelajaran inovatif di TK.
Copyrights © 2024