Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya permasalahan anak yang kurang memahami materi pembelajaran yang ada di sekolah, khususnya di kelas II SDN Wangiwisata, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Setelah melakukan observasi dan wawancara bersama guru kelas yang bersangkutan, yang menjadi faktor anak kesulitan dalam mengikuti pembelajaran adalah kepribadian anak tersebut yang hiperaktif. Anak hiperaktif cenderung sulit untuk memfokuskan diri saat proses pembelajaran berlangsung, suka menganggu teman, selalu mencari keributan, bersikap egois, superior, dan tempramen. Hal tersebut tentu memberikan dampak negatif untuk dirinya sendiri, guru, dan teman yang berada di lingkungan kelas yang sama. Kondisi kelas menjadi sangat sulit untuk kondusif dikarenakan banyaknya anak yang hiperaktif di kelas tersebut. Faktor utama yang menjadi penyebab anak memiliki kepribadian hiperaktif adalah keluarga, selanjutnya lingkungan sekitarnya, dan teman sebaya. Berbagai alternatif solusi telah guru berikan, namun peran orang tua dalam bekerja sama menjadi bagian terpenting dalam hal ini, mengingat faktor utama siswa hiperaktif di kelas II adalah kurangnya keharmonisan dalam keluarga mereka sehingga anak merasa tidak diperhatikan oleh keluarganya sendiri yang menjadikan anak tersebut mencari perhatian lebih kepada orang-orang disekelilingnya.
Copyrights © 2023