Penyakit kardiovaskuler dapat disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol darah. Nilai normal dari kadar kolesterol adalah kurang dari 200 mg/dl. Terdapat beberapa tindakan yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah, salah satunya dengan mendonorkan darah.Donor darah adalah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah dan kemudian dipakai pada transfusi darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara donor darah dengan hasil pemeriksaan kadar kolesterol pendonor sebelum dan satu jam setelah donor darah di UTD RSUD Ade M Djoen Sintang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik sampling insidential didapat jumlah sampel 30 orang yang telah memenuhi syarat donor darah yang diambil darahnya sebanyak 350 ml. Sampel yang diperiksa dalam penelitian ini adalah darah vena, sampel sebanyak 1 ml untuk melihat hubungan donor darah dengan kadar kolesterol sebelum dan 1 jam setelah donor darah. Pemeriksaan kadar kolesterol dihitung menggunakan alat spektrofotometer dengan metode CHOD-PAP (Cholesterol oksidase phenol aminoantyphirine), kemudian data diuji menggunakan uji korelasi dengan uji Kendall's-Tau. Hasil dalam penelitian ini diperoleh rata-rata kadar kolesterol sebelum donor darah dilakukan adalah 210 mg/dL, sedangkan pada nilai kadar kolesterol setelah donor darah dilakukan adalah rata-rata kadar kolesterol sebesar 193 mg/dL, yang berarti terjadinya penurunan kadar kolesterol pada responden setelah melakukan donor darah. Hal ini didukung melalui uji Kendall's Tau yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol baik sebelum dengan setelah donor darah (p=0,000) yang artinya Ha diterima.
Copyrights © 2021