Consilium
Vol 2, No 2 (2022): Consilium

Makna Hidup Remaja Anak Korban Perceraian

Yandrestika, Deva (Unknown)
Afdal, Afdal (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Nov 2022

Abstract

Setiap orang berkeinginan untuk memiliki pernikahan yang jauh dari konflik. Konflik dalam pernikahan dapat menimbulkan berbagai dampak yang tidak hanya berpengaruh kepada paasangan, akan tetapi juga berpengaruh kepada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna hidup remaja yang orangtuanya bercerai. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang remaja perempuan rata-rata umur 13 sampai 14 tahun dan 1 orang remaja laki-laki rata-rata berumur 14 tahun dipilih dari orangtua bercerai sejak 5 tahun terakhir dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan wawancara langsung model interaktif yang terdiri dari mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan: remaja korban perceraian orangtua kesulitan dalam menemukan makna hidupnya. Hal ini dapat dilihat dari 1) remaja tidak mendapatkan kebahagiaan dalam keluarga, 2) remaja sulit menerima takdir sebagai anak korban perceraian, 3) remaja belum dapat menerima keputusan orangtua bercerai, 4) adanya keinginan remaja untuk memiliki kehidupan yang lebih baik kedepannya. maka dari itu guru bimbingan dan konseling dapat memberikan layanan informasi, layanan konseling individu dan layanan konseling kelompok terhadap remaja yang mengalami permasalahan yang berhubungan dengan perceraian orangtua.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

cons

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

Consilium aims to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of counseling, applied counseling practice, and features articles that advance the empirical, theoretical, and methodological understanding of counseling and ...