Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan model pembelajaran probing promting pada siswa Kelas V SDN Bergaslor 02 Kabupaten Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas menggunakan model Tagget dan Kemmis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes untuk mengukur hasil belajar IPA siswa dan non tes untuk mengukur keterampilan guru dan aktivitas belajar IPA siswa. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif untuk mengolah hasil belajar siswa dan analisis kualitatif untuk mengolah data keterampilan guru dan aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model probing-promting dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar siswa kelas V pada setiap siklusnya diperoleh data pada siklus I, rata-rata kelas 71,38 ketuntasan dengan ketuntasan klasikal 20 siswa atau 55,5%. Pada pelaksanaan tindakan siklus II diperoleh data hasil belajar dengan rata-rata kelas 79,7 dan persentase ketuntasan 72,2%. Pada pelaksanaan tindakan siklus III diperoleh data hasil belajar dengan rata-rata kelas 88,3 dan persentase ketuntasan 100%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas IV sudah memenuhi indikator keberhasilan yaitu sekurang-kurangnya 75% siswa mencapai nilai KKM ≥70 dengan nilai rata-rata kelas 88,3, siklus III meningkat sebesar 20 Siswa atau 55,6%.Kata Kunci: hasil belajar IPA, keterampilan guru, aktivitas belajar, model pembelajaran Probing Promting
Copyrights © 2022