Secara naluriah setiap laki-laki dan perempuan memiliki saling ketertarikan. Ketertarikan dalam wujud saling menyukai, saling mencintai dan saling menyayangi, (Q.S. Al-Imron: 14). Ternyata, cinta sebagai anugrah dari Allah, SWT kadang disalurkan dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran agama yang tertata dan berfungsi untuk mengatur prilaku manusia. Pelecehan seksual telah marak dibicarakan dan telah menjadi prilaku yang terpublikasikan baik melalui media eletronik maupun media cetak. Perbuatan pelecehan seksual akan berakibat buruk terhadap kejiwaan korban dan traumatiknya sejalan dengan perkembangan jiwa korban. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan langkah-langkah mengantisipasi terjadinya prilaku pelecehan seksual melalui edukasi pendekatan sosial keagamaan. Pelecehan seksual merupakan prilaku penyimpangan akibat tekanan nafsu seksual yang tinggi sementara untuk melakukan perkawinan juga tidak mampu, penyaluran nafsu melalui pelecehan seksual telah menjadi penyakit sosial yang terjadi dimana-mana, akan berakibat traumatik berkepanjangan bagi korbannya, yang berujung pada rusaknya masa depan korban pelecehan seksual.
Copyrights © 2023