Penyu Hijau (Chelonia mydas) adalah reptil laut yang terancam punah karena nilai ekonominya yang tinggi. Informasi tentang karakteristik biologi dan fisika pantai peneluran penyu hijau (Chelonia mydas) sangat dibutuhkan dalam pengelolaan kawasan konservasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui klasifikasi dan morfologi penyu, karakteristik pantai, karakteristik sarang, faktor penurunan populasi penyu, hatching rate, survival rate dan masa inkubasi. Lokasi penelitian adalah tiga kabupaten di Provinsi Jawa Barat pada bulan September hingga Oktober 2019. Berdasarkan hasil penelitian penyu yang ditemukan di ketiga kabupaten adalah penyu hijau (Chelonia mydas), lebar kerapas lengkung berkisar antara 80-100 cm dan panjang kerapas lengkung berkisar antara 90-115 cm, karakteristik biofisik dan tempat peneluran penyu dari ketiga lokasi di Provinsi Jawa Barat memiliki kemiringan pantai berkisar 2,3°-23,2°, vegetasi pantai terbanyak yaitu pandan laut (Pandanus tectorius), selebihnya merupakan vegetasi campuran antara ketapang (Terminalia catappa), waru Laut (Thespesia populnea) dan tumbuhan rambat, analisis fraksi pasir pada substrat peneluran penyu yang dominan adalah pasir kasar (>50%), suhu sarang tidak melebihi 33oC dan kelembaban sarang dalam rentang yang normal yaitu 69%-95%, kedalaman sarang alami penyu berkisar 34-59 cm dengan diameter sarang kisaran 18-25 cm, faktor penyebab menurunnya populasi penyu naik dan bertelur adalah masih beroperasinya jaring rawai (jaring dasar) milik nelayan, banyak predator seperti biawak, semut merah, ulat tanah (Agrotis epsilon) dan kerusakan habitat akibat abrasi. Keberhasilan penetasan telur penyu di lokasi praktik kisaran 0-84,17%, survival ratenya berkisar 0-96% dan masa inkubasi antara 43-67 hari.
Copyrights © 2023