cover
Contact Name
Dona Setya
Contact Email
donasetya@polinela.ac.id
Phone
+6285725370543
Journal Mail Official
marshelajurnal@polinela.ac.id
Editorial Address
Gedung Kenanga (Q) Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35144
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal)
ISSN : -     EISSN : 29883822     DOI : https://doi.org/10.25181/marshela.v1i2
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) diasuh oleh Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung dengan jadwal penerbitan 2 (dua) kali dalam satu tahun dengan tujuan menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan perikanan dan Kelautan, antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, teknik manajemen pesisir dan kelautan, teknik manajemen lingkungan perairan, kesehatan perikanan, nutrisi dan pakan ikan, lingkungan akuakultur, reproduksi akuakultur.
Articles 32 Documents
PRODUKTIVITAS KAPAL PURSE SEINE PELAGIS KECIL KM. USAHA JAYA III YANG BEROPERSI DI PERAIRAN NATUNA Dona Setya
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 1 No 1 (2023): Juli (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v1i1.2983

Abstract

Salah satu basis kegiatan pendaratan ikan terbesar di Kalimantan Barat yaitu ada di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat. PPN Pemangkat merupakan daerah yang potensial bagi kegiatan perikanan laut sehingga perlu adanya pengembangan melalui peningkatan produksi perikanan. Alat tangkap yang paling banyak digunakan untuk operasi penangkapan pada PPN Pemangkat adalah purse seine pelagis kecil. KM. Usaha Jaya III dengan basis pangkalan di PPN Pemangkat merupakan kapal yang aktif menangkap ikan dengan purse seine yang daerah penangkapannya di Perairan Natuna. Pengumpulann data dilakukan dengan mengambil data primer dan data sekunder.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung tingkat produktivitas kapal purse seine KM. Usaha Jaya III. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan november 2016 sampai dengan bulan januari 2017. Metode analisis data yang diambil menurut KEPMEN-KP No.86 tahun 2016 tentang produktivitas kapal purse seine. Nilai koefisien suatu kapal disebut produktif apabila ≥ 1,3. Nilai koefisien produktivitas KM. Usaha Jaya III yaitu 2,22 sehingga menyatakan usaha penangkapan tersebut produktif.
MONITORING RUMPON TRADISIONAL DI TELUK HURUN, BANDAR LAMPUNG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFEKTIFITAS PENANGKAPAN IKAN Muliawati Handayani; Rama Agus Mulyadi; Yoga Alfian
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 1 No 1 (2023): Juli (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v1i1.2985

Abstract

Teluk Hurun telah menjadi daerah penangkapan ikan oleh nelayan di sekitar pesisir Lampung. Penangkapan ikan menggunakan purse seine biasanya memerlukan alat bantu pengumpul ikan, atau biasa disebut rumpon. Penggunaan rumpon dimaksudkan agar nelayan tidak melaut terlalu jauh untuk mencari daerah penangkapan ikan, sehingga efisiensi biaya operasional melaut dapat diminimalisir. Sejauh ini, rumpon ditenggelamkan beberapa waktu sebelum trip penangkapan berlangsung. Padahal, rumpon tradisional dengan atraktor daun kelapa membutuhkan waktu tunggu untuk dapat berfungsi secara efektif sebagai pengumpul ikan. Tujuan penelitian ini adalah memonitor secara berkala hingga didapatkan gambaran kondisi rumpon perminggunya dan memperkirakan usia rumpon dapat efektif digunakan sebagai alat bantu penangkapan ikan. Underwater survey dilakukan diakhir minggu, selama lima minggu berturut-turut yang meliputi pencatatan, perekaman dan pendokumentasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumpon memerlukan sekitar 4 – 5 minggu untuk dapat efektif sebagai pengumpul ikan. Ikan akan mendekati rumpon untuk mencari makanan di substrat yang menempel di dinding rumpon dan sebagai tempat berlindung
PENGUJIAN KUALITAS DAN MUTU IKAN EKONOMIS PENTING KWEE (Carangoides chrysophrys), KEMBUNG (Rastrelligersp) DAN SELAR (Selaroides leptolepis) DI PPP LEMPASING Aprilia Syah Putri; Fauzi Syahputra
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 1 No 1 (2023): Juli (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v1i1.2999

Abstract

Ikan merupakan komoditi pangan yang mudah mengalami kerusakan (perishable food) karena memiliki kadar air dan protein yang cukup tinggi, sehingga diperlukan penanganan cepat yang baik dan benar dalam mempertahankan mutu ikan sejak setelah penangkapan. Proyek mandiri ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan mutu ikan segar yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing. Kegiatan ini meliputi pengujian organoleptik yang dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisik ikan yang meliputi, mata, insang, daging, lendir pada permukaan, testur, dan bau pada ikan yang dilakukan pada pukul 16.00 – 18.00 Wib, hasil pengujian organoleptik dianalisis menggunakan uji Hedonik. Sedangkan pengujian formalin dilakukan dengan menggunakan reagent test kit formalin, yang dilakukan pukul 18.00 – 20.00 Wib. Pengujian kualitas dan mutu ikan dilakukan dengan sampel ikan ekonomis penting yaitu ikan kwee, ikan selar, dan ikan kembung. Hasil dari proyek mandiri untuk pengujian organoletik menunjukan bahwa dari 15 ikan yang dijual di PPP Lempasing masih dikatakan segar dengan standar > 7 sesuai dengan SNI 2729:2013. Hasil dari pengujian formalin diketaui dari 15 sampel ikan, masih ada yang positif mengandung formalin. Kata kunci: ikan, kualitas dan mutu, formalin, organoleptik
Keragaan Perikanan Cantrang (Studi Kasus di PPN Brondong) Zein Rokhman Fadly; Mestiria Harbani Sitepu, S.Tr.Pi., M.Tr.Pi; Fajar Hermawan; Muh. Aksa Azis; Safingi Alamsyah
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 1 No 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v1i2.3025

Abstract

Cantrang merupakan alat tangkap yang berkembang dengan pesat sebagai teknologi penangkapan ikan pengganti trawl, dimana trawl telah dilarang beroperasi di wilayah Indonesia sejak diterbitkannya Keppres No. 39 tahun 1980. Cantrang merupakan jenis alat tangkap yang dominan digunakan oleh nelayan yang berbasis di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesifikasi alat tangkap cantrang, konstruksi dan hasil tangkapan cantrang. Berdasarkan hasil penelitian cantrang mendominasi sebesar 75% alat penangkapan ikan di PPN Brondong, ukuran rata-rata kapal cantrang di PPN Brondong dengan panjang (Ldek), lebar (B) dan dalam (D) adalah 14,08 m, 6,03 m, dan 2,24 m. Selain itu, jenis hasil tangkapan ikan dengan menggunakan alat penangkap ikan cantrang didominasi oleh jenis-jenis ikan demersal. Kata kunci: spesifikasi cantrang, ukuran cantrang, hasil tangkapan
Observasi Perikanan Mini Purse Seine di PPP Lempasing Muliawati Handayani; Rama Agus Mulyadi
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 1 No 1 (2023): Juli (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v1i1.3028

Abstract

PPP Lempasing merupakan prasarana perikanan tangkap yang menjadi sentra kegiatan penangkapan, pengelolaan, dan pemasaran hasil perikanan di kota Bandar Lampung. Mini purse seine merupakan salah satu alat tangkap yang dipergunakan nelayan Lempasing melakukan operasi penangkapan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji tentang faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan mini purse seine di PPP Lempasing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan observasi langsung dan wawancara nelayan. Analisis regresi berganda dipergunakan untuk mengetahui pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan ikan. Hasil penelitian menunjukkan faktor produksi yang berpengaruh positif terhadap hasil tangkapan adalah ukuran GT kapal, daya mesin, jumlah jumlah awak kapal(ABK) dan panjang jaring. Sedangkan faktor produkksi yang berpengaruh negatif adalah pengalaman melaut dan lebar jaring dengan koefisien determinasi 97,9%.
PERHITUNGAN NILAI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) DARI SEKTOR PERIKANAN TANGKAP (Studi Kasus Kapal Cantrang di PPN Brondong) Mestiria Harbani Sitepu, S.Tr.Pi., M.Tr.Pi; Zein Rokhman Fadly; Made Ariana; Franky Adrian Darondo; Edizul Adiwijaya Sadir; Ahmad Hanifah
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 1 No 1 (2023): Juli (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v1i1.3031

Abstract

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sub sektor perikanan tangkap berasal dari dua sumber yaitu Pungutan Pengusahaan Perikanan (PPP) dan Pungutan Hasil Perikanan (PHP). PPP maupun PHP dihitung berdasarkan ukuran GT kapal. Namun ditemukannya permasalahan mengenai perbedaan ukuran GT kapal (mark down) dari dokumen awal dengan pengukuran ulang kapal. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki fenomena tersebut dengan menggunakan 5 sampel kapal cantrang. Metode penelitian dengan menggunakan ketentuan yang berlaku sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 38 tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GT kapal sangat berpengaruh terhadap nilai PNBP. Nilai PNBP berdasarkan pengukuran ulang sebesar Rp. 513.479.025,- sedangkan nilai PNBP berdasarkan rumus Perla adalah sebesar Rp. 538.175.525,- jadi kerugian akan PNBP dari 5 sampel kapal cantrang sebesar Rp. 24.696.500,-. Kata kunci: PPP, PHP, Nilai PNBP
APLIKASI SISTEM INSULASI PADA TRANSPORTASI TERTUTUTP TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) Eulis Marlina
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 1 No 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v1i2.3041

Abstract

Proses transportasi benur merupakan bagian penting dari kegiatan penyediaan benur secra kontinyu dan berkelanjutan. Permasalahan transportasi benur adalah ketidaktepatan didalam menggunakan metode trasnportasi tertutup pada benur, yang menyebabkan tingginya kematian benur ketika sampai di lokasi tambak. Pengemasan dengan sistem insulasi merupakan pilihan yang tepat digunakan untuk proses panen benur vaname, agar kondisi benur tetap sehat dan prima pada saat penerimaan di tambak atau konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengemasan dengan sistem insulasi terhadap kondisi benur udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada saat penerimaan di tambak.Metode penelitian adalah studi lapang secara langsung. Wadah yang digunakan adalah container box berbahan plastik yang sudah di lapisi didalamnya menggunakan styrofoam yang berfungsi sebagai isolator panas untuk mencegah panas yang masuk kedalam kemasan. Beberapa parameter yang diamati adalah fluktuasi suhu kantong selama distribusi, kualiats air kantong penerimaan (suhu, DO, pH, TAN), stres test (formalin stres test dan salinity stres test ), SR, GVC (Green Vibrio Count) in water and Fry. Hasil yang didapatkan adalah ; fluktuasi suhu relatif stabil selama perjalanan, rata-rata 24,50C, rata-rata DO 19,98 mg/lt, rata-rata pH 7,22, rata-rata TAN 0,15 ppm, stres test (formalin stres test 98% dan salinity stres test 98%), GVC in water 4274 cfu/ml dan GVC in fry 17121cfu/gr. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disumpulkan bahwa pengemasan dengan sistem insulasi sangat baik diterapkan dalam rangkaian proses panen benur di hatchery dan transportasi.
Sebaran Produktivitas Primer Perairan di Teluk Hurun Lampung Mulkan Nuzapril; Budhi Agung Prasetyo
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 1 No 1 (2023): Juli (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v1i1.3056

Abstract

Teluk Hurun terletak di Provinsi Lampung dimana banyak aktivitas perikanan seperti aktivitas penangkapan ikan, budidaya ikan, budidaya kerang mutiara dan aktivitas pariwisata laut. Produktivitas primer perairan merupakan salah satu indikator kesuburan perairan. Energi yang dihasilkan pada proses fotosintesis dilakukan oleh produsen primer dengan memanfaatkan zat anorganik yang diubah menjadi bahan organik sehingga dapat dimanfaatkan oleh organisme hidup yang ada di perairan tersebut. Pengukuran produktivitas primer menggunakan metode botol terang-gelap dengan mengukur perubahan oksigen terlarut sehingga didapatkan nilai produktivitas primer. Produktivitas primer perairan Teluk Hurun berkisar antara 46.02- 201.14 mg C/m3/jam dengan rata-rata produktivitas primer perairan yaitu 113.64 mg C/m3/jam. Nilai produktivitas primer pada perairan Teluk Hurun menggambarkan tingkat kesuburan perairan yang baik untuk aktivitas perikanan.
The Antibacterial Study from Endosymbiont Fungals of Mangroves (Avicennia sp.) in Lampung Waters against Staphylococcus aureus and Escherichia coli Oktora Susanti; Panji Manggala Putra; Afrisyahnia Putri
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 1 No 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v1i2.3177

Abstract

S. aureus dan E. coli adalah bakteri penyebab penyakit yang memiliki kemungkinan resisten atau kebal terhadap antibiotik. Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk mendapatkan senyawa antibiotik baru melalui pemanfaatan mikroorganisme yang bersimbiosis dengan Mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat yang memiliki bioaktivitas serta mengetahui kemampuan daya hambatnya terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Metode yang digunakan yaitu eksperimental, diawali dari sampling, isolasi dan pemurnian, uji antagonis isolat, dan pengamatan zona hambat isolat. Berdasarkan hasil yang diperoleh, terdapat 27 isolat fungi yang memiliki aktivitas terhadap bakteri S. aureus dan 21 isolat memiliki aktivitas terhadap bakteri E. coli. Isolat fungi endosimbion Mangrove Avicennia sp. perairan Pulau Pasar digolongkan sebagai isolat dengan aktivitas zona hambat lemah hingga kuat terhadap bakteri S. aureus maupun E. coli.
IDENTIFIKASI DAN STUDI KARAKTERISTIK BIOFISIK HABITAT PENELURAN PENYU (Cheloniidae) DI JAWA BARAT Ari Setiawan; Siti Rohmah; Basuki Rachmad; Awaludin Syamsuddin
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 1 No 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v1i2.3269

Abstract

Penyu Hijau (Chelonia mydas) adalah reptil laut yang terancam punah karena nilai ekonominya yang tinggi. Informasi tentang karakteristik biologi dan fisika pantai peneluran penyu hijau (Chelonia mydas) sangat dibutuhkan dalam pengelolaan kawasan konservasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui klasifikasi dan morfologi penyu, karakteristik pantai, karakteristik sarang, faktor penurunan populasi penyu, hatching rate, survival rate dan masa inkubasi. Lokasi penelitian adalah tiga kabupaten di Provinsi Jawa Barat pada bulan September hingga Oktober 2019. Berdasarkan hasil penelitian penyu yang ditemukan di ketiga kabupaten adalah penyu hijau (Chelonia mydas), lebar kerapas lengkung berkisar antara 80-100 cm dan panjang kerapas lengkung berkisar antara 90-115 cm, karakteristik biofisik dan tempat peneluran penyu dari ketiga lokasi di Provinsi Jawa Barat memiliki kemiringan pantai berkisar 2,3°-23,2°, vegetasi pantai terbanyak yaitu pandan laut (Pandanus tectorius), selebihnya merupakan vegetasi campuran antara ketapang (Terminalia catappa), waru Laut (Thespesia populnea) dan tumbuhan rambat, analisis fraksi pasir pada substrat peneluran penyu yang dominan adalah pasir kasar (>50%), suhu sarang tidak melebihi 33oC dan kelembaban sarang dalam rentang yang normal yaitu 69%-95%, kedalaman sarang alami penyu berkisar 34-59 cm dengan diameter sarang kisaran 18-25 cm, faktor penyebab menurunnya populasi penyu naik dan bertelur adalah masih beroperasinya jaring rawai (jaring dasar) milik nelayan, banyak predator seperti biawak, semut merah, ulat tanah (Agrotis epsilon) dan kerusakan habitat akibat abrasi. Keberhasilan penetasan telur penyu di lokasi praktik kisaran 0-84,17%, survival ratenya berkisar 0-96% dan masa inkubasi antara 43-67 hari.

Page 1 of 4 | Total Record : 32