Antioksidan telah menjadi fokus penelitian yang signifikan dalam konteks kesehatan dan pangan. Antioksidan berperan dalam melawan radikal bebas di dalam tubuh, sehingga memberikan efek positif terhadap kesehatan tubuh. Derajat kesehatan manusia yang semakin menurun (meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular), membuat keberadaan antioksidan (pangan) semakin penting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan pada bahan pangan sumber antioksidan (vitamin C) dan mengetahui metode yang digunakan dalam menganalisis aktivitas antioksidan pada bahan pangan tersebut. Pada akhirnya, penelitian ini dapat menjadi salah satu acuan terkait dengan sumber antioksidan. Penelitian ini dilakukan pada 15 Desember 2020 di Laboratorium Biokimia, Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan metode spektrofotometri DPPH. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran standar yang diuji pada konsentrasi antara 0.05-10 mg/dL menunjukkan nilai absorbansi yang cukup ideal (0.289-0.701). Semakin tinggi konsentrasi pada standar, nilai absorbansi semakin berkurang, semakin banyak elektron yang disumbangkan oleh asam askorbat untuk menjadikan radikal bebas DPPH lebih stabil. Aktivitas antioksidan pada sampel menunjukkan persen inhibisi yang fluktuatif. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kontaminasi zat lain, perubahan pH pada sampel, sistem pencahayaan, dan keberadan oksigen. Persen inhibisi tertinggi terdapat pada konsentrasi 0.833 mg/dL, sebesar 84.88%. Rata – rata persen inhibisi sampel adalah 83.41%.
Copyrights © 2023