Telemedicine telah menjadi alternatif penting dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama selama pandemi COVID-19. Telemedicine adalah praktik pemberian layanan kesehatan jarak jauh menggunakan teknologi komunikasi seperti telepon, video conference, atau platform online. Namun, masih terdapat tantangan dalam mengimplementasikan teknologi ini secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi dalam mengimplementasikan telemedicine, serta untuk mengevaluasi peluang dan manfaat yang mungkin terwujud dalam memanfaatkan teknologi ini dalam pelayanan kesehatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data juga dikumpulkan melalui studi pustaka untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang implementasi telemedicine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam implementasi telemedicine meliputi masalah keamanan data, keterbatasan akses teknologi, perubahan dalam praktik klinis, dan regulasi. Namun, terdapat peluang besar dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan, meningkatkan efisiensi, dan memperluas jangkauan pelayanan. Implementasi telemedicine menawarkan potensi besar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, namun tantangan yang ada perlu diatasi dengan strategi yang tepat. Regulasi yang jelas, infrastruktur teknologi yang memadai, serta keterlibatan stakeholder kunci akan menjadi kunci dalam mengoptimalkan manfaat telemedicine dalam pelayanan kesehatan. Dengan telemedicine, diagnosis, konsultasi medis, pengobatan, serta monitoring kondisi medis dapat dilakukan secara efisien dan cepat tanpa memerlukan pertemuan langsung. Teknologi ini sangat membantu dalam mengatasi kendala geografis atau waktu serta meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi individu yang sulit untuk mengunjungi praktisi medis secara langsung.
Copyrights © 2024