Kabupaten Kutai Barat dengan luas wilayah 20.384,6 km2 yang pada tahun 2019 berpenduduk 163.142 jiwa, merupakan kabupaten yang kaya sumber alam. Dengan pendekatan driving force, pressure, state, impact, response (DPSIR) maka penilaian terkait kualitas udara dapat dilakukan. Pada aspek driving force maka aspek ekonomi (peningkatan kesejahteraan masyarakat) Peningkatan daya saing investasi dalam industri dan infrastruktur. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah alat transportasi, meningkatnya industri dan jasa penghasil polutan udara, dan meningkatnya konsumsi energi rumah tangga. Terlihat pada kualitas udara ambient pada permukiman penduduk udara emisi dari kendaraan bermotor/ sumber bergerak. Pemenuhan baku mutu. Akibat yang dapat terlihat berupa meningkatnya tingkat potensi pencemaran udara dan menurunnya kesehatan masyarakat. Diperlukan respon berupa Pelaksanaan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) dan kegiatan pembinaan dan pengawasan Kegiatan dalam upaya untuk menurunkan beban pencemaran terkait pengendalian pencemaran udara
Copyrights © 2020