sarana untuk membangun toleransi dan kepedulian. Ini bisa melibatkan pemahaman mendalam terhadap ajaran-ajaran Kristiani yang mengajarkan nilai-nilai seperti kasih, pengampunan, dan keadilan. Pendidikan agama Kristen dapat menjadi landasan untuk mengembangkan sikap toleransi terhadap perbedaan keyakinan dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kasus, wawancara, dan analisis konten untuk menyelidiki dampak program pendidikan agama Kristen terhadap persepsi dan perilaku toleransi serta kepedulian. Dalam melaksanakan penelitian ini, partisipan yang terlibat adalah siswa dan guru agama Kristen di berbagai sekolah. Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana materi ajar agama Kristen diintegrasikan dengan nilai-nilai toleransi dan kepedulian. Selain itu, analisis konten dilakukan terhadap kurikulum dan materi pembelajaran agama Kristen untuk mengevaluasi sejauh mana aspek-aspek toleransi dan kepedulian tercakup.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen dapat menjadi sarana efektif untuk membangun toleransi dan kepedulian. Integrasi nilai-nilai Kristiani seperti kasih, pengampunan, dan penghargaan terhadap keberagaman dapat membentuk sikap positif terhadap orang lain. Ditemukan pula bahwa pemahaman mendalam terhadap ajaran agama Kristen dapat memperkaya perspektif individu terhadap perbedaan dan mendorong sikap saling menghormati. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan kurikulum pendidikan agama Kristen yang lebih inklusif dan relevan dengan tantangan keberagaman di masyarakat. Dengan demikian, diharapkan bahwa melalui pendidikan agama Kristen, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk toleransi dan kepedulian dalam menghadapi perbedaan dan mempromosikan harmoni sosial.
Copyrights © 2021