Secara umum, kendaraan yang bergerak dengan kecepatan tertentu akan mengalami hambatan aerodinamika yang dipengaruhi oleh faktor bentuk dan aliran udara yang bersentuhan secara langsung pada permukaan kendaraan. Hambatan aerodinamika disebabkan oleh adanya penurunan tekanan dan separasi aliran yang terjadi pada bagian belakang kendaran. Aliran udara yang bergerak secara teratur akan terpecah ketika terjadi separasi aliran sehingga menyebabkan terjadinya penurunan tekanan secara drastis dan akan menimbulkan hambatan aerodinamika. Pengembangan disain kendaraan merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir besarnya hambatan aerodinamika pada kendaraan. Konsep disain model kendaraan dengan hambatan aerodinamika yang minimal akan mengoptimalkan engine power yang dihasilkan oleh engine. Disain kendaraan dengan pola aliran fluida yang teratur di sekitar kendaraan akan memberikan efek positif terhadap hambatan aerodinamika pada kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan aerodinamika pada model kendaraan dengan sudut kemiringan pada bagian depan yang berbeda. Model uji yang digunakan pada penelitian ini adalah reversed Ahmed body dengan variasi sudut kemiringan pada bagian depan 250, 300, dan 350. Pendekatan komputasi menggunakan software CFD fluent 6.3 dengan model turbulensi k-epsilon standard. Kecepatan upstream diatur pada kecepatan 13.9 m/s. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa koefisien hambatan aerodinamika terkecil adalah 1.7012 yang terjadi pada model kendaraan dengan sudut kemiringan pada bagian depan 300. Kata kunci: CFD, geometri muka, hambatan aerodinamika Secara umum, kendaraan yang bergerak dengan kecepatan tertentu akan mengalami hambatan aerodinamika yang dipengaruhi oleh faktor bentuk dan aliran udara yang bersentuhan secara langsung pada permukaan kendaraan. Hambatan aerodinamika disebabkan oleh adanya penurunan tekanan dan separasi aliran yang terjadi pada bagian belakang kendaran. Aliran udara yang bergerak secara teratur akan terpecah ketika terjadi separasi aliran sehingga menyebabkan terjadinya penurunan tekanan secara drastis dan akan menimbulkan hambatan aerodinamika. Pengembangan disain kendaraan merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir besarnya hambatan aerodinamika pada kendaraan. Konsep disain model kendaraan dengan hambatan aerodinamika yang minimal akan mengoptimalkan engine power yang dihasilkan oleh engine. Disain kendaraan dengan pola aliran fluida yang teratur di sekitar kendaraan akan memberikan efek positif terhadap hambatan aerodinamika pada kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan aerodinamika pada model kendaraan dengan sudut kemiringan pada bagian depan yang berbeda. Model uji yang digunakan pada penelitian ini adalah reversed Ahmed body dengan variasi sudut kemiringan pada bagian depan 250, 300, dan 350. Pendekatan komputasi menggunakan software CFD fluent 6.3 dengan model turbulensi k-epsilon standard. Kecepatan upstream diatur pada kecepatan 13.9 m/s. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa koefisien hambatan aerodinamika terkecil adalah 1.7012 yang terjadi pada model kendaraan dengan sudut kemiringan pada bagian depan 300. Kata kunci: CFD, geometri muka, hambatan aerodinamika
Copyrights © 2023