Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara Subjective Well-Being (Kesejahteraan Subjektif) dengan hasil belajar matematika pada siswa MTs Al-Amien Jember selama masa pandemi. Penelitian ini dilakukan di tengah kebijakan pemerintah yang menghentikan kegiatan belajar mengajar di semua tingkatan pendidikan tanpa batas waktu. Perubahan pola pembelajaran telah mempengaruhi hasil belajar, terutama pada siswa dengan kesejahteraan psikologis yang rendah, ditandai oleh rendahnya penerimaan diri remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasi untuk mengetahui hubungan antara Subjective Well-Being dan hasil belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Hasil belajar matematika di kelas VII diketahui dipengaruhi oleh kesejahteraan subjektif yang rendah, dengan pengaruh sekitar 0,4% terhadap variasi hasil belajar selama masa pandemi.
Copyrights © 2023