Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai

FAKTOR RISIKO KEJADIAN RETENSIO PLASENTA PADA IBU BERSALIN DI RSUD Dr. H. BOB BAZAR, SKM KALIANDA

Riyanto Riyanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Aug 2016

Abstract

Penyebab perdarahan postpartum diantaranya retensio plasenta.Terjadi tren peningkatan kejadian retensio plasenta dalam 3 tahun terakhir di RSUD Dr. H. Bob Bazar, SKM., Kalianda, tahun 2011 tercatat sebanyak 42 (15,9%) kasus retensio plasenta  dari 264 persalinan, pada tahun 2012 meningkat menjadi 52 (19,3%) kasus dari 269 persalinan dan tahun 2013 menjadi 66 (21,3%) kasus dari 310 persalinan.Tujuan penelitian mengetahui hubungan factor  usia, paritas dan anemia dengan kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin di RSUD Dr. H. Bob Bazar, SKM Kalianda. Penelitian  ini menggunakan rancangan cross sectional dengan sampel berjumlah 176 ibu bersalin. Pengumpulan data bersumber dari dokumen register persalinan. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh kejadian retensio plasenta berjumlah 19,3%. Faktor yang berhubungan bermakna antara kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin adalah usia (p = 0,040; POR = 2,414 95% CI: 1,110-5,250) dan anemia (p = 0,027; POR = 2,506, 95% CI: 1,170-5,366), sedangkan factor paritas tidak terdapat hubungan secara statistic dengan kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin (p = 0,060), namun nilai POR = 3,023 (95% CI: 1,187-8,023). Kesimpulan penelitian menunjukkan faktor yang meningkatkan kejadian retensio plasenta adalah usia ibu dan anemia.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

JKM

Publisher

Subject

Environmental Science Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been ...