Pre-menstrual syndrome pada wanita Indonesia menurut hasil penelitian WHO terdapat 23% orang. Prevalensi Pre-menstrual syndrome pada remaja putri SMAN 1 dan SMKN 3 Purworejo adalah 24,6% orang dan pada remaja putri di SMA Hang Tuah 1 Surabaya menunjukkan adanya peningkatan dari 27,80% pada tahun 2010 menjadi 45,45% pada tahun 2011. Hasil studi pendahuluan di MAN 1 Metro Lampung Timur pada bulan Juni 2014 terhadap 20 remaja puteri terdapat 9 (45%) mengalami Pre-menstrual syndrome. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan hubungan stress, obesitas, dan kebiasaan olahraga dengan kejadian Pre-menstrual syndrome pada remaja putri di MAN 1 Metro Lampung Timur tahun 2014. Studi ini menggunakan rancangan cross sectional yang dilakukan pada bulan November dan Desember 2014 di MAN 1 Metro Lampung Timur Sampel berjumlah 124 remaja putri yang diperoleh dengan teknik simple random sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi square. Hasil analisis memperoleh gambaran kejadian PMS sebesar 31,5% remaja putri. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat hubungan stress, obesitas dan kebiasaan olahraga dengan kejadian Pre-menstrual syndrome pada remaja putri di MAN 1 Metro Lampung Timur. Pentingnya upaya meningkatkan penyuluhan mengenai Pre-menstrual syndrome dan gizi seimbang di sekolah, menambah jam kegiatan ekstrakurikuler olah raga, dan pengukuran berat badan dan tinggi badan secara berkala di sekolah.
Copyrights © 2015