Networking, di dunia pendidikan/persekolahan bisa diartikan sebagai upaya mengembangkan jaringan antar lembaga/organisasi dengan tujuan meningkatkan komunikasi serta kerjasama yang mendukung program pendidikan/persekolahan. Jaringan kerjasama ini memungkinkan terlaksananya berbagai kegiatan intra maupun ekstrakurikuler bagi peserta didik, termasuk terselenggarakannya kegiatan guru dan tenaga kependidikan, seperti pelatihan, gathering, maupun kegiatan apresiasi bagi civitas akademika. Networking memerlukan tidak hanya ketrampilan halus (soft-skill) berupa kepiawaian berkomunikasi, membangun hubungan, mengembangkan ide/gagasan, tetapi juga ketrampilan kasar (hard-skill) terutama dalam hal menyusun persuratan, dokumen kerjasama, mengelola file, pembuatan disain poster/flyer atau bentuk promosi lain, bahkan merancang dan mengatur acara termasuk tata ruang berikut table manner-nya. Karakter yang dituntut mengiringi upaya membangun kerjasama ini adalah kepercayaan diri, self-efficacy, empati, kejujuran, keterbukaan, dan karakter positif secara umum. Jaringan kerjasama dan komunikasi yang luas dan beragam memberi peluang munculnya variasi program serta bentuk kegiatan yang membantu stake holder sekolah menjalankan konsep merdeka belajar dengan peserta didik menjadi focus dalam pencapaian tujuan kegiatan yaitu terciptanya students-wellbeing. Networking yang dikelola dan dimaintain dengan apik akan sangat berdampak pada pengembangan profil sekolah, termasuk peserta didik maupun tenaga kependidikannya. Tentu saja upaya memperbanyak jejaring ini berpotensi besar menjadi supportive-partner bagi terwujudnya sekolah sebagai tempat persemaian profil Pelajar Pancasila sekaligus memberi ruang bagi kemerdekaan belajar bagi para siswa. Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis menjadi wakil kepala sekolah bidang humas dan kerjasama di SMAN 8 Kota Tangerang Selatan dari tahun 2016 hingga 2022, dan perjalanan karier penulis di berbagai sekolah/pesantren yang menggiring penulis mengembangkan diri dalam memainkan peran kehumasan. Metode yang digunakan untuk menganalisis menggunakan studi kepustakaan dan wawancara dengan berbagai sumber.
Copyrights © 2022