Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis disonansi kognitif perokok perempuan dalam budaya patriarki. Partisipan pada penelitian ini adalah tiga orang perokok perempuan yang memiliki latar belakang yang berbeda, yaitu perempuan bekerja, ibu rumah tangga, dan mahasiswi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan wawancara dan observasi. Instrumen wawancara dikembangkan oleh peneliti berdasarkan sumber disonansi kognitif yang diadaptasi dari teori Festinger (Sarwono, 2009). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan interactive model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1994). Temuan dari penelitian ini adalah: (1) disonansi kognitif yang dialami partisipan disebabkan karena partisipan merasa bahwa merokok dapat meredakan stres yang dialaminya, meskipun di sisi lain partisipan juga mengetahui bahwa merokok memiliki dampak buruk bagi diri mereka; (2) perempuan dan rokok masih di anggap tabu dalam masyarakat patriarki; (3) adanya pengaruh konformitas teman sebaya yang memicu mereka merokok; dan (4) ada anggapan buruk terhadap perempuan dan rokok, meskipun para partisipan bersikap acuh tak acuh terhadap anggapan-anggapan tersebut.
Copyrights © 2023