Pandemi Covid-19 membawa dampak buruk bagi negara-negara yang mengalaminya, mulai dari dampak perekonomian yang lesu, kemudian mulai merambah dunia pendidikan, termasuk Indonesia. Dari hasil tersebut, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh untuk mengurangi mobilitas pertemuan guna menekan penyebaran virus corona. Namun tanpa disadari pembelajaran jarak jauh memberikan dampak yang besar, kebosanan yang menghampiri peserta didik dan berbagai faktor penghambat lainnya dalam pembelajaran membuatnya terasa kurang efektif sehingga menyebabkan penurunan kemampuan belajar siswa baik dari literasi maupun numerasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya mencari solusi terbaik dari permasalahan tersebut, kemudian mencanangkan program teaching campus yang merupakan bagian dari proses pembelajaran. mandiri, dimana peserta didik diajak dan diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam pemulihan sistem pendidikan di Indonesia khususnya di bidang 3T prioritas penting bagi pemerintah. Peneliti ditempatkan di SD Negeri 17 Palu, sekolah yang masih kekurangan ruang ini memiliki sistem pembelajaran offline dikarenakan fasilitas yang tidak merata pada setiap siswa untuk dapat melakukan pembelajaran sistem hybrid, sehingga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, siswa diminta untuk mengambil tugas setiap saat. sekali seminggu. Seluruh staf pendidik/ guru di SD Negeri 17 Palu benar-benar memiliki integritas dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan perannya sebagai pendidik, sehingga memotivasi peneliti sebagai Mahasiswa untuk berkolaborasi bersama dalam memulihkan kemampuan belajar siswa di sekolah.
Copyrights © 2022