Latar belakang: Dalam mendapatkan pasangan, seseorang mencari calon pasangan dan menjalani masa pendekatan sebelum akhirnya melanjutkan ke tahap selanjutnya. Seiring perkembangan teknologi, mencari pasangan sudah bisa dilakukan secara daring, salah satunya menggunakan aplikasi kencan online. Pada penelitian ini, informan berasal dari Bandung atau Jatinangor yang sudah berpengalaman mendapatkan pasangan melalui Bumble berbagi pengalamannya dalam melakukan self disclosure dengan match nya sehingga menjadi pasangan. Tujuan: Penelitian ini meneliti motif penggunaan Bumble, bagaiman proses komunikasi self disclosure dengan match dan makna pasangan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Hasil: Temuan penelitian menunjukan bahwa pada tahap awal pendekatan kontak daya tarik yang paling berpengaruh adalah daya tarik fisikdan kepribadian. Sedangkan saat melakukan self disclosure faktor besar kelompok, kepribadian dan efek diadik yang paling berpengaruh. Terjadi keterbukaan diri secara acak yang didasari oleh tujuan masing-masing informan. Kepercayaan mempengaruhi kedalaman self disclosure Informan yang memiliki daerah open self lebih besar dari daerah lainnya menandakan bahwa self disclosure yang terjadi secara mendalam dan self disclosure terjadi karena rasa percaya. Tidak masalah jika self disclosure pada masa pendekatan tidak terlalu dalam. Tetapi, self disclosure mempunyai pengaruh besar terhadap keharmonisan pada saat pendekatan yang mempunyai pengaruh besar juga saat mereka menjadi sepasang kekasih.
Copyrights © 2023