Pendidikan Islam secara epistemologi mendasarkan dirinya pada paradigma tertentu dalam hal ini adalah Islam sebagai rujukan utama. Secara tradisional kata Islam berimplikasi pada dua hal yaitu al qur’an dan hadits. Kedua sumber inilah yang menjadi sumber epistemik dalam kontruksi pendidikan Islam. Tulisan ini telah memetakan sumber al qur’an dan hadits sebagai sumber otentik bagi keberlangsungan pendidikan Islam. Tulisan ini menggunakan analisis teks mengingat ayat dan hadits yang dijadikan justifikasi dalam menetapkan eksistensinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang signifikan antara sistem pendidikan Islam dan Barat (sekuler). Jika sistem pendidikan Barat mendasarkan dirinya hanya pada kerangka rasionalitas, maka sistem pendidikan Islam mendasarkan dirinya pada Al qur‟an dan hadits. Islamic education is the epistemological bases itself on a certain paradigm in this case is Islam as the main reference. Traditionally the word Islam implies two things: al quran and hadith. The second source is the primary source of epistemic in the construction of Islamic education. This paper has mapped the alQuran and Hadith as an authentic source for the sustainability of Islamic education. This article uses text analysis considering the verses and hadiths are used as justification in establishing its existence. The results showed that there was significant difference between the Islamic and western education system (secular). If the Western education system bases itself only in the framework of rationality, the Islamic educational system basing himself on al quran and hadith.
Copyrights © 2023