AbstrakPerjanjian adalah suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal. Fungsi dan tujuan hukum kontrak tidak lepas dari tujuan hukum pada umumnya, yaitu: keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Pembentukan suatu perjanjian harus dilandasi keadilan. Keadilanadalah sebagai suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia sesuai dengan Pancasila,yaitu: Sila kedua dan sila kelima, Pembukaan UUD 1945 alinea ke empat dan Pasal 28 D ayat 1 UUD1945. Berbicara tentang keadilan berarti adanya keseimbangan dan terjadinya kesamaan hak dankewajiban.Untuk tercapainya keadailan, dalam suatu perjanjian harus ada keselarasan dari seluruh asas-asashukum perjanjian antara lain: Asas kebebasan berkontrak, asas konsensualisme, asas kepastian hukum(pacta sunt servanda), asas itikad baik, asas kepribadian, asas kepercayaan, asas persamaan hukum,asas keseimbangan, asas kepastian hukum, asas moral, asas kepatutan dan asas perlindungan.Keseluruhan asas ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya, tidak dapat dipisah-pisahkan,diterapkan secara bersamaan, berlangsung secara proporsional dan adil, dan dijadikan sebagai bingkaimengikat isi perjanjian tersebut.Namun dalam pembuatan dan pelaksanaan perjanjian tersebut sering tidak mencerminkankeadilan bagi para pihak, akibatnya sering menimbulkan berbagai masalah hukum.Didalam merumuskan dan melaksanakan isi substansi hukum harus memperhatikan kepentingansemua pihak untuk sama-sama dilindungi. Apabila timbul sengketa mengenai perjanjian penegak hukumharus mengutamakan keadilan dengan tidak semata-mata berdasarkan pada perjanjian yang dilandasikebebasan berkontrak dan kesepakatan namun harus memperhatikan keselarasan dari seluruh asasasasyangterdapatpadahukumperjanjian.
Copyrights © 2015